Dari Kantor ke Lingkungan Warga, Bank Sampah Sumedang Selatan Mulai Ubah Pola Kelola Sampah

Bank Sampah
KELOLA SAMPAH: Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sumedang Selatan, Dewi Shinta Rahayu (kiri) ketika ditemui Sumedang Ekspres di Bank Sampah Kantor Camat Sumedang Selatan, Selasa (13/1/2026). (Eka/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Upaya mengurangi tumpukan sampah di Kabupaten Sumedang mulai menunjukkan hasil. Bank Sampah Kecamatan Sumedang Selatan mendapat respons positif, tidak hanya dari pegawai kecamatan, tetapi juga mulai menarik minat masyarakat luas.

Program bank sampah ini telah berjalan sejak Juni 2025 dan resmi diresmikan oleh Wakil Bupati Sumedang pada November 2025. Meski masih dalam tahap perintisan, geliat partisipasi perlahan tumbuh dari lingkungan internal hingga masyarakat sekitar.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sumedang Selatan, Dewi Shinta Rahayu, menjelaskan bahwa langkah awal bank sampah sengaja dimulai dari internal kantor kecamatan sebagai contoh nyata pengelolaan sampah berbasis sumber.

Baca Juga:Darurat Perumahan di Sumedang, Pemkab Bentuk Forum PKP Hadapi Rutilahu dan Kawasan KumuhDikejar dari Majalengka, Komplotan Maling Motor Diamuk Massa di Wado Sumedang

“Kami mulai dari internal dulu, dari pegawai kecamatan, dengan sampah rumah tangga yang mereka bawa,” ujarnya.

Menurut Dewi, pendekatan tersebut efektif untuk melihat respons sekaligus membangun kebiasaan baru. Seiring waktu, antusiasme mulai terlihat, terutama setelah sosialisasi rutin dilakukan dalam berbagai forum.

“Setiap rapat mingguan, pertemuan forkopim, sampai kunjungan ke desa, kami selalu menyampaikan tentang bank sampah,” katanya.

Keberadaan bank sampah ini menjadi bagian dari strategi pengurangan sampah yang berakhir di TPA Cibeureum, yang selama ini terus mengalami peningkatan volume. Saat ini, jenis sampah yang diterima masih terbatas pada botol plastik, kertas, dan kardus, yang dinilai paling mudah dikelola di tahap awal.

Untuk memastikan pengelolaan berjalan tertib dan transparan, setiap penyetor sampah dibekali buku tabungan bank sampah. Sampah yang disetorkan dicatat dan memiliki nilai ekonomi yang bisa dikembangkan ke depan.

“Harapannya bukan hanya mengurangi sampah yang membeludak di TPA, tapi juga memberi nilai tambah ekonomi, baik bagi pegawai maupun masyarakat,” tutur Dewi.

Meski skalanya masih kecil, bank sampah ini dinilai sebagai langkah konkret perubahan perilaku, dari membuang menjadi memilah dan menabung sampah. Bank Sampah Kecamatan Sumedang Selatan pun terbuka untuk umum dan melayani setoran setiap hari sesuai kedatangan warga.

Baca Juga:Kandang Ayam di Sukasari Sumedang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 JutaPKL di Jalur Gate 6 Kahatex hingga Parakanmuncang Dilarang Berjualan, Penertiban Segera Dilakukan

“Siapa pun boleh menyetor. Selama ada yang datang, pasti kami layani,” pungkasnya. (ka)

0 Komentar