TANJUNGSARI – Kondisi cator (becak motor) pengangkut sampah milik Pasar Tanjungsari kini memprihatinkan. Kendaraan operasional yang digunakan untuk menarik dan mengangkut sampah di sekitar area pasar tersebut sudah tidak layak pakai dan kerap mengalami mogok di tengah aktivitas pembersihan.
Kepala UPTD Pasar Tanjungsari, Nasir, mengungkapkan bahwa cator yang saat ini digunakan merupakan kendaraan keluaran tahun 2017 dengan kondisi fisik dan mesin yang sudah menurun drastis. Meski begitu, kendaraan tersebut masih terus dipaksakan beroperasi demi menjaga kebersihan lingkungan pasar.
“Cator untuk pengangkut sampah kondisinya sudah tidak layak dan keluaran tahun 2017. Harapannya ke depan ada penambahan minimal dua unit cator baru,” terang Nasir.
Baca Juga:Dinsos dan BPBD Sumedang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Situhiang, Warga Sampaikan Terima KasihLaporan ke PLN Tak Direspons, Warga Rancaekek Diduga Tersetrum Kabel Putus
Ia menjelaskan, keberadaan cator sangat vital dalam sistem pengelolaan sampah pasar, karena digunakan setiap hari untuk menarik dan mengangkut sampah dari dalam area pasar menuju titik pembuangan sementara. Namun, kondisi kendaraan yang sering mogok membuat proses pengangkutan sampah tidak berjalan maksimal.
Meski dalam keterbatasan sarana, pihak pengelola pasar tetap berupaya menjaga kebersihan lingkungan. Saat ini, Pasar Tanjungsari juga tengah melakukan pembenahan, mulai dari penataan sampah hingga sistem pengelolaannya agar lebih tertib dan teratur.
Nasir berharap, adanya perhatian dari pihak terkait untuk segera melakukan penggantian cator yang sudah tidak layak pakai tersebut. Menurutnya, pengadaan unit baru sangat dibutuhkan agar operasional kebersihan pasar dapat berjalan lebih efektif dan tidak mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung. (kos)
