POJOKAN HALAMAN 1 : Putriku

Pojokan Halaman 1 : Putriku
Pojokan Halaman 1 : Putriku
0 Komentar

Putriku dan genersinya hidup diera disrupsi budaya, nilai, teknologi, dan orientasi pragmatis, hedon. Di dunia maya, nilai menjadi barang absurd, sekaligus paradoks. Adiksi ngonten dan atau nonton konten di medsos.

Tontonan menjadi tuntunan. Tuntunan menjadi tontonan. Nilai menjadi komoditi yang diperjual-belikan. Ditentukan oleh seberapa besar respon like, follow, share natizen-masyarakat dunia maya.

Ruang interaksi antara kami-para orang tua dengan putra-putrinya semakin artifisial. Hanya ketika mereka membutuhkan dukungan uang jajan, kuota, kebutuhan pribadi dan kuliahnya.

Baca Juga:Pesona Alam Tampomas yang Menawan dari Cafe Lasaka

Komunikasi secukupnya, seperlunya dan secepatnya. Setelah itu, mereka kembali kedunianya, medsos. Kadang kita pun asyik dengan medsos kita sendiri. Ruang keluarga menjadi sunyi, namun bising di dunia maya.

Sepertinya, bukan kami-keluarganya, yang bisa membentuk perspektifnya. Justru ruang interaksi maya yang menentukan cara pandang terhadap dunia, keluarga, lingkungan dan dirinya sendiri. Disinilah letak pertempuran dan pergumulan sesungguhnya bagi kami-orang tuanya. Bisa jadi juga terjadi pada para orang tua lainnya.

Pergumulan untuk tetap menanamkan nilai-nilai dan kepekaan. Keduanya telah tersapu-habis -hampir luluh lantak,oleh intensnya interaksi dengan gadget. Kepekaan dan nilai-nilai yang harus betul-betul saya tanamkan dengan sesungguh-sungguhnya ke pikiran, jiwa dan nuraninya. Dengan teladan, family time, kasih sayang tulus dan dukungan penuh kepadanya.

Ah, sudahlah, terlepas dari itu semua. Perjuangan kami -para orang tua adalah mengasah, menguatkan dan menjaga kepekaan rasa, anak-anak kami. Pun nilai-nilai penghormatan terhadap kemanusiaan, kesetaraan, keadilan dan keadaban yang terus kami tanamkan.

Dan doa yang tak pernah putus, untuk keberkahan, kesehatan dan kemapanan (dalam ekonomi, ilmu, pemikiran dan akhlak), selalu kami langitkan dengan mencium bumi. Demi masa depan putra-putri kami.

Putra-putriku, kau akan menemukan sendiri jalan hidupmu. Dan itu tak selalu mudah. Jalani jalanmu dengan tuntunan langit dan tetaplah berpijak pada bumimu, akarmu, nuranimu dan pada sujudmu. (Kang Marbawi, 010226)

0 Komentar