Waspada! Pungli Mengatasnamakan Dinas Pertanian Marak Terjadi

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang,
TEGAS: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono saat diwawancara Sumeks belum lama ini
0 Komentar

KOTA – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, menegaskan, seluruh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan kepada petani tidak dipungut biaya apa pun. Tono meminta masyarakat, khususnya para petani, agar tidak mudah percaya terhadap informasi hoaks yang mengatasnamakan dirinya maupun Dinas Pertanian.

Menurutnya, saat ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang juga tengah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani, sebagai penerima manfaat. Lantaran bantuan tersebut merupakan hak petani dan tidak boleh disalahgunakan oleh pihak mana pun.

“Saya tegaskan, jangan percaya informasi yang beredar, apalagi hoaks yang mengatasnamakan saya atau Dinas Pertanian, seolah-olah bantuan alat dan mesin pertanian harus ditebus atau disertai imbalan tertentu. Itu tidak benar,” tegas Tono kepada Sumeks baru-baru ini.

Baca Juga:Oknum DISHUB Diduga Lakukan Pungli, Ketua DISHUB Tegaskan Akan Ambil Langkah Hukum Kepada PelakuDiduga Lakukan Pungli, Kades dan Kadus Tolengas Dilaporkan ke Polisi

Tono menyatakan, akan menindak tegas apabila ditemukan oknum di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang yang meminta biaya, upah, atau pungutan dalam bentuk apa pun terkait penyaluran bantuan tersebut.

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang meminta biaya kepada petani. Bantuan alsintan itu adalah hak masyarakat. Tidak boleh ada pungutan, tidak ada tebusan,” katanya.

Ia menjelaskan, sejak dilantik sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang pada awal tahun 2025, dirinya telah menegaskan penerapan regulasi serta standar operasional prosedur (SOP) yang melarang keras praktik pungutan liar.

“Sejak saya dilantik, saya sudah menegaskan bahwa tidak boleh ada permintaan biaya apa pun kepada petani. Justru petani adalah tanggung jawab kita. Tugas kita melayani petani dengan penuh hati,” ujar Tono.

Lebih lanjut, Tono menekankan bahwa tujuan utama dari bantuan sarana dan prasarana pertanian tersebut adalah untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Ia berharap bantuan yang diberikan benar-benar berdampak nyata, bukan sekadar formalitas.“Kami ingin bantuan ini berdampak. Kalau hanya biasa-biasa saja dan tidak meningkatkan pendapatan petani, tentu akan mengecewakan. Karena itu, bantuan sarana produksi harus dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

0 Komentar