SUMEDANG EKPRES, CIMANGGUNG – Pemerintah Kecamatan Cimanggung bergerak cepat menindaklanjuti kondisi Jembatan Cigorobogan atau Jembatan Cimande yang menghubungkan Desa Sindangpakuon dan Desa Pasirnanjung.
Jembatan tersebut dinilai memiliki peran vital bagi mobilitas warga, namun kini berada dalam kondisi rawan dan berpotensi membahayakan.Fasilitasi dan koordinasi perbaikan jembatan dilakukan pada Kamis (6/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung.
Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimcam serta Pemerintah Desa Sindangpakuon sebagai langkah awal penanganan kebencanaan.
Baca Juga:Jembatan Cimande Nyaris Ambruk , Warga Cimanggung Diliputi Rasa Cemas
Camat Cimanggung Agus Wahyudin melalui Kasi Trantibum Kecamatan Cimanggung, Didin Wahyudin, menjelaskan bahwa hasil koordinasi menunjukkan Jembatan Cigorobogan merupakan akses penghubung utama antar desa yang tidak bisa ditunda penanganannya.
“Jembatan Cigorobogan ini adalah penghubung vital antara Desa Sindangpakuon dan Desa Pasirnanjung. Jika sampai ambruk, dampaknya bukan hanya pada akses warga, tapi juga berpotensi menimbulkan bencana lanjutan,” ujar Didin Wahyudin mewakili Camat Cimanggung.
Menurutnya, terdapat potensi risiko ambruknya jembatan yang dapat menutup alur Sungai Cigorobogan di wilayah RT 02 RW 11. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu luapan air sungai dan menyebabkan banjir di sekitar jembatan, terutama saat curah hujan tinggi.
Didin menambahkan, rencana perbaikan jembatan sebenarnya telah disusun dan dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan. Saat ini, pihak kecamatan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar proses perbaikan dapat berjalan sesuai rencana dan standar keamanan.
“Kami memastikan perbaikan jembatan ini nantinya memenuhi standar keselamatan, karena menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat banyak,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Kecamatan Cimanggung akan terus melanjutkan koordinasi lintas instansi, melakukan pemantauan rutin di lapangan, serta memastikan seluruh tahapan perbaikan berjalan lancar tanpa hambatan.
Langkah cepat ini diharapkan dapat mencegah risiko yang lebih besar sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada Jembatan Cigorobogan sebagai jalur utama aktivitas mereka. (kos)
