Darah di Rafah: Tiga Warga Palestina Tewas Saat Israel Luncurkan Serangan Baru

Tiga Warga Palestina Tewas, Israel Kembali Lancarkan Serangan di Rafah Gaza Selatan
Tiga Warga Palestina Tewas, Israel Kembali Lancarkan Serangan di Rafah Gaza Selatan - Ilustrasi- (Pinterest).
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES – Berita duka kembali datang dari Palestina. Hingga saat ini, Gaza belum terbebas dari serangan militer Israel yang terus berlanjut dan dilaporkan semakin brutal.

Serangan terbaru terjadi di Kota Rafah, Gaza selatan. Tiga warga Palestina dilaporkan tewas setelah menjadi sasaran serangan udara Israel.

Kantor berita Anadolu melaporkan, Unit 414 militer Israel mengidentifikasi delapan warga Palestina yang keluar dari infrastruktur bawah tanah di Rafah timur pada malam hari.

Baca Juga:Indonesia dan Mesir Sepakati Kemitraan Strategis, Prabowo-Sisi Bahas Gaza dan Stabilitas Timur Tengah

Atas arahan Brigade ke-143 Divisi Gaza, angkatan udara Israel kemudian melancarkan serangan terhadap kelompok tersebut. Dari delapan orang yang terpantau, tiga di antaranya dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Dugaan Pelanggaran Gencatan Senjata

Serangan ini dinilai sebagai bagian dari rangkaian pelanggaran gencatan senjata yang disebut terjadi sejak 10 Oktober 2025.

Dalam periode tersebut, dilaporkan sebanyak 429 warga Palestina meninggal dunia dan 1.356 lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai insiden penembakan dan serangan.

Saksi mata juga melaporkan bahwa drone Israel menargetkan kerumunan warga sipil di dekat Bundaran Abu Namous, sebelah timur Maghazi, pada pagi hari.

Serangan tersebut disebut menewaskan dua orang di wilayah yang sebelumnya telah ditinggalkan pasukan Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

Selain itu, saksi lainnya melihat kendaraan militer dan helikopter Israel melepaskan tembakan di wilayah timur Khan Younis, Gaza selatan, yang berada di area penguasaan Israel.

Pesawat tempur Israel juga dilaporkan melakukan beberapa kali serangan udara di kawasan Rafah selatan, termasuk di bagian barat kota.

Baca Juga:

Militer Israel disebut terus menambah pasukan dan melanjutkan operasi pencarian di wilayah tersebut untuk menemukan pihak-pihak lain yang menjadi target.

Warga Terjebak di Terowongan

Situasi semakin rumit dengan adanya laporan warga Palestina yang masih terjebak di terowongan bawah tanah di Rafah. Hingga kini, persoalan tersebut belum menemukan titik terang.

Pada 2025, Hamas dilaporkan telah berdiskusi dengan mediator terkait kemungkinan mengizinkan sekitar 200 pejuang sayap bersenjatanya, Brigade Al-Qassam, keluar dengan selamat dari terowongan di Rafah. Namun, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel.

Kondisi ini terjadi di tengah upaya perpanjangan dan pengembangan perjanjian gencatan senjata Gaza.

0 Komentar