TPT Roboh di Sawahdadap, Empat Rumah Terancam; Pemdes Sigap Lakukan Penanganan Darurat

TPT Roboh di Sawahdadap, Empat Rumah Terancam; Pemdes Sigap Lakukan Penanganan Darurat
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cimanggung pada Rabu (11/2/2026) sore mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Pamatang RT 03 RW 08, Desa Sawahdadap, roboh.
0 Komentar

SUMEDANG EKPRES – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cimanggung pada Rabu (11/2/2026) sore mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Pamatang RT 03 RW 08, Desa Sawahdadap, roboh. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu sempat memutus akses jalan lingkungan serta mengancam sedikitnya empat rumah warga.

Kepala Desa Sawahdadap, Suganda, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga menjelang magrib diduga menjadi pemicu utama ambruknya TPT sepanjang 9 meter dengan tinggi sekitar 3,5 meter tersebut. Selain faktor cuaca, kondisi drainase dan struktur bangunan juga menjadi perhatian.

“Akibat hujan deras, TPT sepanjang kurang lebih sembilan meter dengan tinggi tiga setengah meter roboh. Materialnya menimbun dua tembok belakang rumah warga dan satu unit sepeda motor, serta memutus jalan lingkungan sekitar 10 meter. Ada dua rumah di bawah yang terancam tertimbun dan dua rumah di atas yang berpotensi terdampak pergeseran tanah,” ujar Suganda saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga:Atap Rumah di Jatinangor Roboh Akibat Kayu Lapuk, Warga Selamat Tanpa Luka

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kondisi tanah yang masih labil membuat warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan pergerakan tanah susulan.

Suganda menuturkan, pihak desa bergerak cepat setelah menerima laporan. Seksi Trantibum langsung melaporkan kejadian kepada Camat Cimanggung dan BPBD Kabupaten Sumedang sekitar 15 menit setelah peristiwa terjadi. Tim kemudian turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal sekaligus menggelar rapat darurat bersama unsur terkait.

“Di lokasi kami langsung berkoordinasi dengan perangkat desa, RT, RW, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, unsur masyarakat, dan BPBD. Kami menentukan titik aman dan melakukan sterilisasi area agar tidak ada warga yang mendekat ke zona berbahaya,” katanya.

Warga setempat pun dikerahkan untuk melakukan gotong royong membersihkan material TPT yang ambruk. Hingga saat ini, sekitar 20 persen material longsoran di badan jalan telah dibersihkan. Untuk penanganan sementara, dilakukan penguatan menggunakan rucuk bambu dan susunan batu guna menahan pergerakan tanah.

Pemerintah Desa juga memfasilitasi koordinasi dengan Seksi Pemerintahan Umum Kecamatan untuk pengajuan bantuan ke Dinas Sosial, PMI, BPBD, dan Baznas. Empat kepala keluarga yang rumahnya terancam kini dalam proses pendataan dan pengajuan bantuan.

0 Komentar