“Kami pastikan warga terdampak mendapatkan pendampingan. Jika kondisi rumah dinilai tidak aman, kami siapkan langkah pengungsian sementara. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegas Suganda.
Meski demikian, proses penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Akses menuju lokasi yang sempit menyulitkan pengangkutan material dan alat berat. Selain itu, kondisi tanah yang masih labil membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Sawahdadap akan mengajukan pembangunan kembali TPT secara permanen melalui dinas terkait serta memanfaatkan skema rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk kemungkinan dukungan dana desa. Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) juga akan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.
Baca Juga:Atap Rumah di Jatinangor Roboh Akibat Kayu Lapuk, Warga Selamat Tanpa Luka
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah kabupaten agar perbaikan permanen bisa segera dilakukan. Dengan cuaca yang masih tidak menentu, kami tidak ingin risiko ini berulang,” pungkas Suganda. (kos)
