SUMEDANG EKSPRES, JATIGEDE – Belum genap setahun sejak diresmikan, Tembok Penahan Tanah (TPT) di ruas Jalan Lingkar Utara Jatigede, Kabupaten Sumedang, dilaporkan longsor dan menutup akses penghubung antar dusun di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cisitu, Rabu (12/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Material tanah dan batu menutup badan jalan selebar kurang lebih delapan meter. Jalur yang menghubungkan Dusun Karanganyar dan Dusun Cisambeng itu tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga.
“Begitu menerima laporan, kami berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait. Penanganan awal dilakukan bersama masyarakat untuk membuka akses yang tertutup material longsor,” ujarnya, Kamis (13/2/2026).
BPBD masih memantau potensi longsor susulan mengingat curah hujan di wilayah tersebut cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pembersihan sementara dilakukan secara manual sambil menunggu dukungan alat berat untuk penanganan lanjutan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun akses utama aktivitas warga sementara lumpuh dan mengganggu distribusi kebutuhan harian.
Jalan Lingkar Utara Jatigede sebelumnya diresmikan pada 19 September 2025 oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Proyek tersebut dibangun oleh Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat.
Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Rina Kumala Sari saat peresmian menjelaskan, jalan sepanjang 4,275 kilometer dengan lebar 6 meter itu dibangun dengan anggaran Rp78,131 miliar melalui skema Multiyears Contract (MYC).
“Pembangunan ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas menuju Waduk Jatigede serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata,” kata Rina kala itu.
Jalan yang diberi nama Jalan Prabu Guru Adji Putih tersebut digadang-gadang memperkuat konektivitas antar kecamatan, yakni Situraja, Darmaraja, Cisitu, Jatigede, hingga Tomo, bahkan terhubung ke Kabupaten Majalengka.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat peninjauan sebelumnya menyebut pembangunan jalan itu sebagai mimpi yang menjadi kenyataan bagi masyarakat Jatigede. Ia berharap infrastruktur tersebut mampu memperlancar akses pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sektor ekonomi lainnya.
