SUMEDANG EKPRES – Survei SEBUAH yang membuktikan bahwa Indonesia adalah negara paling malas bergerak di dunia. Studi dengan sampel lebih dari 700.000 orang, berasal dari 111 negara. Langkah kaki yang paling sedikit jumlahnya adalah negara kita.
Orang-orang Indonesia dengan jumlah rata-rata 3.513 langkah per-hari.
Melihat fenomena ini, Pemkab Sumedang meluncurkan Gerakan ASN Bergerak untuk Sumedang Berdampak melalui fitur baru Step Tracker pada Whatsapp e-Office Sumedang.
“Melalui inovasi ini, ASN diharapkan lebih aktif bergerak dan menjadikan berjalan kaki sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat peluncuran Gerakan ASN Bergerak di Pendopo PPS, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga:Buka Harlah IPNU-IPPNU, Bupati Dony Ajak Generasi Muda Terus Belajar, Berjuang dan BertaqwaPemkab Sumedang Salurkan Beras CPPD untuk 36 Desa Rawan Pangan, Warga Citengah Terbantu Jelang Lebaran
Menurutnya, kebijakan ini untuk kesehatan, produktifitas, untuk kemajuan Sumedang, untuk kesejahteraan masyarakat Sumedang.
“Kebijakan yang tepat akan berdampak pada kemajuan Sumedang. Semakin meningkatnya pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dony.
Fitur terbaru di E-Office ini merupakan instrumen atau sering disebut tujuan perantara.
“Ultimate goalnya adalah rakyat sejahtera, rakyat terlayani, terlindungi, Sumedang maju dengan program kebijakan,” jelasnya.
Bupati Dony berharap, aplikasi bergerak ini menjadi kebutuhan tidak menjadi sebuah keterpaksaan. “Tapi betul-betul menjadi sebuah kesadaran bersama.
Bahwa butuh kesehatan dan membutuhkan instrumen yang akan menyehatkan. Salah satu caranya adalah dengan bergerak. Berjalan atau berlari, joging dan lainnya,” katanya.
