SUMEDANG EKPRES— Polemik yang sempat mewarnai pelaksanaan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP cabang pencak silat di Pendopo Tedjimalela Sport Centre kini resmi tuntas ditindaklanjuti oleh panitia.
Melalui pertemuan klarifikasi yang berlangsung terbuka, seluruh pihak sepakat bahwa persoalan yang muncul murni akibat miskomunikasi di lapangan, bukan pelanggaran prosedural.
Pertemuan yang digelar Jumat, 24 April 2026 itu menghadirkan Ketua Umum Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Sumedang H. Roni Setiawan, ST, Ketua Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kabupaten Sumedang Ermansyah, S.Pd., M.Pd., panitia dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (MGMP PJOK), serta orang tua atlet. Suasana berlangsung dialogis dan konstruktif.
Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran substansi dalam proses seleksi.
Baca Juga:Modus Bertanya dan Numpang Kamar Mandi, Nenek di Tanjungkerta Jadi Korban JambretWamen Ossy Tinjau Kantah Kota Palangkaraya: Ingin Layanan Pertanahan Semakin Memudahkan Masyarakat
Panitia menegaskan seluruh tahapan telah dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku. Sejumlah catatan teknis di lapangan diakui ada, namun dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
Ketua IPSI Sumedang H. Roni Setiawan, ST menekankan pentingnya menyikapi dinamika ini secara proporsional.
“Pada prinsipnya kegiatan ini sudah berjalan sesuai koridor. Dinamika yang muncul lebih kepada kesalahpahaman di lapangan.
Ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelaksanaan semakin tertib, transparan, dan nyaman bagi semua pihak,” ujarnya.
Roni juga mengingatkan bahwa O2SN bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan jangka panjang.
“Seleksi ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi bagaimana membentuk atlet yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkembang di jenjang berikutnya,” tambahnya.
Senada, Ketua IGORNAS Ermansyah, S.Pd., M.Pd menegaskan pentingnya menjaga suasana kondusif dalam setiap tahapan pembinaan olahraga pelajar.
Baca Juga:Bahas Dua Raperda Strategis, DPRD Sumedang: Diharapkan Mampu Menjawab Kebutuhan MasyarakatWamen Ossy: Revisi RTRWN Jadi Kunci Percepatan Pengembangan Jaringan Kereta Nasional
Ia berharap klarifikasi ini bisa meredam kesalahpahaman sekaligus mengembalikan fokus pada tujuan utama kegiatan.
Orang tua atlet yang mengkomplen pun menyambut positif penjelasan yang disampaikan dan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah klarifikasi dari semua pihak. Kesepahaman ini dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi.
Dengan rampungnya proses klarifikasi tersebut, seleksi O2SN pencak silat tingkat SMP di Sumedang dipastikan terus berjalan sebagaimana mestinya.
