SUMEDANGEKSPRES – Menyikapi beredarnya berita yang berjudul Modus Bertanya dan Numpang Kamar Mandi, Nenek di Tanjungkerta Jadi Korban Jambret yang terbit pada Jumat 24 April 2026, Haris Ruslan salah seorang anak kandung Nenek Enok warga Desa Tanjungmekar, Kecamatan Tanjungkerta, mengklarifikasi kejarian tersebut.
Menurut Haris, bahwa ibu nya itu bukan sebagai korban penjambretan, melainkan korban hipnotis dari seseorang yang bertamu ke rumahnya,
“Saya Haris Ruslan selaku anak dari ibu Enok yang menjadi korban penjambretan sebagai mana yang diberitakan Sumedang Ekspres sebelumnya, saya mau meluruskan, sebenarnya itu bukan penjambretan, kejadian yg sebenarnya, ibu saya kena hipnotis yang terjadi sekitar jam 08 pagi,” kata Haris menuturkan, Jumat (24/6).
Baca Juga:Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 PaxPeduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara
Mungkin itu, sambung dia, yang bisa diungkapkan sebagai klarifikasi atas pemberitaan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Enok kehilangan perhiasan emas setelah dikunjungi seseorang yang bertamu ke rumahnya, beberapa waktu lalu.
Kejadian bermula saat korban sedang duduk santai di teras rumahnya. Tak lama kemudian, ia didatangi oleh dua orang yang datang menggunakan sepeda motor dan berhenti di depan rumahnya.
Kedua pelaku langsung menghampiri korban yang saat itu sendirian.
Mereka berpura-pura bertanya dan meminta izin untuk menggunakan kamar mandi sebagai modus pendekatan.
Selanjutnya, pelaku meminta korban untuk membuka kalung emas yang dikenakannya. Tanpa curiga, korban menuruti permintaan tersebut.
Pelaku kemudian mengalihkan perhatian korban dengan menyuruhnya mengambil kertas di dalam rumah.
Saat korban masuk ke dalam rumah, pelaku langsung melarikan diri setelah berhasil membawa kabur kalung emas milik korban. (red)
