Keberhasilan ini tercermin dari angka yang fantastis: KUPS Margo Rukun kini mencatatkan omzet hingga Rp2,2 miliar per tahun.
Produk bibit dan konsep budidaya lebah mereka bahkan telah diadopsi oleh berbagai perusahaan multinasional sebagai standar rehabilitasi lahan di Lampung.
Bergeser ke pesisir Selatan Jawa, sebuah cerita unik lahir dari tangan dingin Wahyono di Kampung Laut, Cilacap.
Baca Juga:Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026, PDM Sumedang Ajak Umat Sikapi PerbedaanLebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026
Di tempat yang dulunya gundul akibat pembalakan mangrove besar-besaran, Wahyono sempat dianggap “gila” oleh warga sekitar karena kegigihannya menanam kembali bakau di atas lahan yang gersang dan penuh udang yang mati terserang penyakit.
“Dulu semuanya gersang, namun, saya yakin mangrove adalah ‘pabrik’ alami kita, kini, keraguan warga sirna.” ujar Wahyono.
Pembibitan mandiri Wahyono mampu memproduksi hingga 800 ribu bibit mangrove setiap tahunnya. Kawasan tersebut kini telah bermetamorfosis menjadi pusat eduwisata yang diakui peneliti mancanegara sebagai model pemulihan ekosistem pesisir.
Wahyono dengan haru menutup ceritanya, “Dulu mereka bilang saya gila, sekarang kita ‘gila’ bersama-sama untuk menjaga hutan demi masa depan anak cucu.”
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa ketiga cerita sukses ini adalah bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung program kedaulatan pangan nasional, sejalan dengan visi pemerintah era Presiden Prabowo Subianto.
Program Hutan L3stari telah menanam lebih dari delapan juta pohon produktif dan mangrove serta telah membina masyarakat sekitar melalui integrasi antara reforestasi, pemberdayaan ekonomi, dan edukasi generasi muda.
“Pertamina membuktikan bahwa menjaga energi bumi bisa sejalan dengan menghidupkan kemandirian masyarakat, hutan tidak lagi hanya dijaga agar tidak rusak, tapi dirawat agar terus memberi kehidupan.” Lanjut Baron.
Baca Juga:Pertamina Patra Niaga Bergerak Lebih Fleksibel dengan Inovasi Block ModeRibuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
Program Hutan Lestari berkontribusi pada pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mengakhiri kelaparan (SDG 2), memastikan konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), serta aksi iklim (SDG 13).
Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang menjadi landasan Pertamina dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan. (rls/red)
