SUMEDANGEKSPPRES — Air sedang berhemat. Bukan karena pelanggan tiba-tiba berubah menjadi lebih boros, tetapi karena air baku yang menjadi sumber kehidupan jaringan Perumda Tirta Medal Kabupaten Sumedang sedang menyusut drastis.
Direktur Perumda Tirta Medal Kabupaten Sumedang Hj. Imas Permasih mengatakan, debit air baku di Water Treatment Plant (WTP) atau dalam Bahasa Indonesia bdisebut Instalasi Pengolahan Air Nagorak, yang selama ini menopang kebutuhan air bersih wilayah perkotaan Sumedang, turun dari kondisi normal 72 liter per detik menjadi hanya sekitar 34–38 liter per detik.
“Artinya, lebih dari separuh pasokan hilang,” kata Imas kepada Sumeks, Selasa (18/8).
Baca Juga:KH Sa’dulloh: Isilah Kemerdekaan dengan Semangat Belajar yang TinggiRibuan Warga Serbu Kolam Al Kamil, 1,5 Ton Ikan Ditebar untuk Meriahkan HUT RI
Jika dihitung dari kondisi normal, kata Imas, penurunannya mencapai sekitar 52,8 persen, sehinggakondisi tersebut merupakan penurunan debit sumber air secara alami dan bersifat musiman.
“Dampaknya langsung terasa di jaringan pelanggan,” unkgap Imas.
Dikatakan, sedikitnya 3.725 sambungan langganan berada di wilayah yang terdampak. Rinciannya, 2.708 pelanggan berada di Cabang Sumedang Selatan dan 1.017 pelanggan di Cabang Sumedang Utara.
“Ini karena debit sumber air di Nagorak mengalami penurunan secara alami. Jadi pasokan yang masuk ke instalasi pengolahan air memang jauh berkurang. Masalahnya, air tidak bisa begitu saja dibagi rata seperti membagi kue,” tuturnya.
Ketika pasokan terbatas, sambung Imas, distribusi harus diatur. Perumda pun menerapkan rekayasa distribusi, agar debit yang tersisa tetap bisa menjangkau pelanggan.
“Namun, ada persoalan lain. Begitu aliran dibuka, masyarakat yang sudah menunggu air cenderung menggunakan air secara bersamaan. Akibatnya, tekanan jaringan turun. Air pun membutuhkan waktu lebih lama untuk bergerak menuju pelanggan yang berada di ujung jaringan,” katanya.
“Pemakaian secara bersamaan juga berpengaruh. Apalagi untuk pelanggan yang posisinya jauh dari pipa induk atau berada di elevasi yang lebih tinggi,” katanya lagi.
Jadi, pelanggan yang rumahnya dekat jaringan utama bisa saja lebih cepat mendapatkan air. Sementara pelanggan di wilayah yang lebih jauh atau lebih tinggi harus menunggu lebih lama.
Baca Juga:Piala Dony-Yoshua U-21 Siap Digelar, Total Hadiah Tembus Rp90 JutaHUT Ke-81 RI, Bupati Sumedang: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya dan Pengabdian
“Di sinilah rekayasa distribusi menjadi penting. Tim teknis Perumda Tirta Medal terus bergerak mengatur aliran berdasarkan kondisi debit yang tersedia. Tujuannya sederhana: air yang sedikit itu tetap harus bisa dibagikan,” imbuhnya.
