Perumda Tirta Medal Berjuang Jaga Pasokan Air dari Sumber Cioray

Perumda Tirta Medal Berjuang Jaga Pasokan Air dari Sumber Cioray
Perumda Tirta Medal Berjuang Jaga Pasokan Air dari Sumber Cioray
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Tantangan geografis yang ekstrem kembali dihadapi Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang dalam menjaga keberlangsungan distribusi air bersih.

Jalur transmisi dari Sumber Mata Air Cioray yang menyuplai wilayah Cabang Tomo dan Ujungjaya menjadi salah satu titik rawan, terutama saat musim penghujan tiba.

Pergerakan tanah yang masif di kawasan tersebut kerap menyebabkan kerusakan pada pipa transmisi utama berjenis PVC berdiameter 8 inci.

Baca Juga:Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik SignifikanBupati Dony Ajak ASN Tancap Gas dan Hidupkan Nilai Ramadan Sepanjang Tahun

Kondisi tanah yang labil membuat pipa mudah patah, bergeser, bahkan terputus dari jalur awalnya.

Fenomena ini bukan kejadian baru, melainkan persoalan berulang yang terjadi hampir setiap tahun.

Kepala Bidang Teknik, Produksi dan Sumber Daya Air Perumda Tirta Medal Sumedang, Yadi S.Sos mengungkapkan, kondisi alam di sekitar Sumber Cioray memang menjadi tantangan besar yang sulit dihindari.

“Setiap musim hujan, pergerakan tanah di wilayah itu sangat tinggi. Dampaknya langsung terasa pada jaringan pipa transmisi kami yang sering mengalami kerusakan. Ini bukan hanya sekali dua kali, tapi sudah menjadi tantangan rutin setiap tahun,” ujar Yadi, Senin (30/3).

Dikatakan, berbagai upaya teknis telah dilakukan untuk meminimalisasi dampak kerusakan, mulai dari relokasi jalur pipa di titik-titik rawan hingga penguatan struktur penyangga.

Namun, kata dia, kekuatan alam seringkali berada di luar kendali.

“Kami sudah mencoba berbagai metode, baik secara teknis maupun manual. Tapi memang di beberapa titik ekstrem, tekanan pergerakan tanah sangat besar sehingga material pipa yang ada saat ini belum mampu bertahan sepenuhnya,” beber Yadi.

Di tengah keterbatasan tersebut, sambung dia, Perumda Tirta Medal mengandalkan kecepatan respons melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC).

Baca Juga:Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan MasyarakatMuhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026, PDM Sumedang Ajak Umat Sikapi Perbedaan

Tim ini disiagakan untuk menangani setiap kerusakan yang terjadi agar distribusi air ke pelanggan tidak terganggu dalam waktu lama.

“Begitu ada laporan atau terdeteksi kerusakan, tim URC langsung turun ke lapangan. Medannya tidak mudah, apalagi saat hujan, tapi mereka tetap bekerja demi memastikan suplai air bisa segera normal kembali,” kata Yadi.

Ia menambahkan, upaya perbaikan seringkali harus dilakukan berulang karena kerusakan dapat kembali terjadi dalam waktu singkat selama kondisi tanah belum stabil.

0 Komentar