SUMEDANG EKSPRES – Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besarnya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas wafatnya secara tragis seorang penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat di bom meledak oleh israel.
Dalam pernyataan resminya, pihak Iran turut mengecam keras insiden tersebut. Mereka menyebut kejadian itu sebagai tindakan keji yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Iran juga menilai peristiwa tersebut merupakan dampak dari konflik yang sangat berkepanjangan di kawasan.
Baca Juga:Halal Bihalal Jadi Ajang Perpisahan Camat Sumedang UtaraPerkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi
Tak hanya itu, mereka menyoroti adanya keterlibatan sejumlah pihak yang dianggap turut berperan dalam meningkatnya eskalasi situasi.
Kronologi tersebut menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi bangsa Indonesia dan masyarakat internasional yang menginginkan perdamaian dunia.
Gugurnya seorang prajurit dalam menjaga perdamaian dinilai sebagai kehilangan yang amat besar dan mendalam bagi misi kemanusiaan global.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.
