Tentunya, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari tersusunnya dokumen perencanaan, tetapi juga dari sejauh mana dokumen tersebut mampu menjawab kondisi riil di lapangan.
Jika tidak, potensi kegagalan konstruksi yang telah diingatkan sejak awal bisa menjadi kenyataan –dan pada akhirnya, masyarakat yang harus menanggung dampaknya.
