Setelah Kirab Budaya, Mahkota Binokasih Tetap Utuh

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) memastikan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake tetap dalam kondisi utuh usai mengiku
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) memastikan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake tetap dalam kondisi utuh usai mengikuti rangkaian kirab budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di sejumlah wilayah Jawa Barat. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan dan evaluasi langsung terhadap kondisi mahkota di Kabupaten Sumedang, Kamis (21/5). 
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) memastikan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake tetap dalam kondisi utuh usai mengikuti rangkaian kirab budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan dan evaluasi langsung terhadap kondisi mahkota di Kabupaten Sumedang, Kamis (21/5).

Pemeriksaan melibatkan lima anggota TACB yang dipimpin Nurul Laila S.S dari BRIN bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Sumedang.

Baca Juga:Dony Ahmad Munir: KIM harus Jadi Garda Terdepan Penyaring Informasi dan Penangkal HoaksTarget 240 Dapur SPPG Harus Segera Tuntas, Bupati Dony: Rantai Pasok Pangan Harus Komoditas Lokal

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Sumedang, M. Budi Akbar mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keaslian dan keamanan benda cagar budaya tersebut setelah digunakan dalam kegiatan budaya berskala besar.

Menurut Budi, hasil sementara menunjukkan tidak ada perubahan ataupun kerusakan pada Mahkota Binokasih sejak sebelum hingga setelah kirab budaya berlangsung.

“Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kondisi mahkota tetap sesuai dengan data awal sebelum mengikuti kirab Milangkala Tatar Sunda,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, sebelumnya Mahkota Binokasih telah melalui proses kajian TACB sebagai bagian dari pengusulan peningkatan status cagar budaya ke tingkat provinsi dan nasional.

Budi menilai, keterlibatan Mahkota Binokasih dalam kirab budaya menjadi bagian dari upaya pemanfaatan warisan budaya agar lebih dikenal masyarakat luas, sekaligus memperkuat nilai edukasi dan pariwisata budaya.

“Warisan budaya tidak hanya disimpan, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan leluhur Sunda,” katanya.

Pihaknya berharap kegiatan Milangkala Tatar Sunda dapat terus dilaksanakan setiap tahun, karena dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Sumedang, khususnya Museum Prabu Geusan Ulun, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:Perkuat Arus Informasi, Bupati Dony Serahkan Peralatan Audio Visual: KIM Penyaring InformasiCegah Stanting, Pemerintah Sasar Remaja Putri, Wabup: Calon Ibu di Masa Depan

Sementara itu, anggota TACB Edah Jubaedah SS membantah isu yang beredar di media sosial terkait dugaan hilangnya bagian tertentu dari Mahkota Binokasih selama kirab berlangsung. (red)

0 Komentar