Diduga Tak Dapat Ambulans dari Puskesmas Jatinunggal, Pasien Kecelakaan Diangkut Motor ke RSUD Sumedang

kecelakaan jatinunggal sumedang
PENANGANAN: Korban kecelakaan saat mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat RSUD Sumedang.(istimewa)
0 Komentar

Dugaan buruknya pelayanan kesehatan kembali mencuat di Kabupaten Sumedang. Seorang pasien kecelakaan dilaporkan tidak mendapatkan fasilitas ambulans dan terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor menuju rumah sakit.

SUMEDANG EKSPRES – Dugaan buruknya pelayanan kesehatan kembali mencuat di Kabupaten Sumedang. Kali ini terjadi di wilayah Jatinunggal, setelah beredar keluhan warga terkait penanganan pasien kecelakaan.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, warga menyebut pasien kecelakaan sempat dibawa ke Puskesmas Jatinunggal. Namun, pihak puskesmas disebut tidak sanggup menangani sehingga pasien diminta segera dirujuk ke rumah sakit.

Baca Juga:ASN Pemkab Sumedang WFH Setiap Jumat, Program Jumat Ngangkot Terancam Mati SuriMenilik Proyek Konsultan Rp1,85 Miliar di Sumedang, Risiko Gagal Konstruksi Mengintai?

Ironisnya, meski terdapat kendaraan ambulans di lokasi, pasien tidak langsung mendapatkan fasilitas tersebut. “Padahal ada mobil ambulans dua di puskesmas, tapi katanya tidak bisa dipakai,” tulis warga dalam unggahan tersebut, seperti dikutip Senin (6/4).

Karena kondisi pasien yang semakin lemah dan belum ada kepastian penanganan, warga akhirnya mengambil inisiatif membawa pasien menggunakan sepeda motor menuju RSUD Sumedang.

Di tengah perjalanan, kondisi pasien disebut semakin memburuk sehingga perjalanan terpaksa dihentikan. Warga kemudian mencari kendaraan lain dan akhirnya mendapatkan angkutan umum untuk melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.

Pasien diketahui bernama Asep Rusywanto, warga Cibogo, Parakanmuncang, yang mengalami kecelakaan di wilayah Wado. Saat ini korban dilaporkan tengah menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (UGD) RSUD Sumedang.

Tentunya, peristiwa ini memicu sorotan terhadap pelayanan kesehatan, khususnya kesiapan fasilitas rujukan darurat di tingkat puskesmas.

Ketua DPD Komunitas Asep-Asep Sumedang (KAA), Asep Dedi, turut menyoroti kejadian tersebut. Ia menekankan pentingnya kepedulian dan respons cepat dalam membantu korban kecelakaan tanpa memandang latar belakang.

“Dalam kondisi darurat, yang utama adalah menyelamatkan nyawa. Jangan sampai ada pembiaran, siapa pun korbannya harus ditolong tanpa melihat latar belakang,” ujarnya.

Baca Juga:Lalagoon Waterpark Jatinangor: Air Tumpah dari Langit, Tawa Pecah di Tengah KotaDugaan Suap Bea Cukai, KPK Telusuri Aliran Dana

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Jatinunggal maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang terkait kejadian tersebut.(red)

0 Komentar