Polisi Selidiki Pria Bermotor di Jatinangor, Diduga Aniaya Mahasiswi

Polisi Selidiki Pria Bermotor di Jatinangor: Diduga Aniaya Mahasiswi
Polisi Selidiki Pria Bermotor di Jatinangor: Diduga Aniaya Mahasiswi
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – GCR (20) mahasiswi salah satu universitas di jatinangor menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal di wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa malam (12/5).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.43 WIB di Gang Mawar 5, Dusun Sukamanah, RT 003 RW 001, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu baru selesai makan dan hendak kembali ke tempat kost.

Baca Juga:Ratusan PJU Siap Terangi Sepanjang Jalan di Sumedang, Kadishub: Jatinangor PrioritasBupati Sumedang Melepas Puluhan Calon Haji: Undangan Kehormatan dari Sang Pencipta

Namun saat melintas di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dihadang seorang pria yang mengendarai sepeda motor.

“Pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam jenis pisau sambil mengancam korban dan meminta korban untuk tetap diam,” kata Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, Kamis (14/5).

Namun lantaran panik dan ketakutan, GCR langsung berusaha menyelamatkan diri dengan cara berlari.

“Saat mencoba menghindar, korban tersandung hingga terjatuh. Dalam kondisi tersebut, korban diduga sempat terlindas sepeda motor pelaku sebelum pelaku melarikan diri ke arah jalan utama,” tutur Awang.

Akibat kejadian itu, GCR mengalami sejumlah luka lecet di bagian lutut kanan dan kiri serta pada kedua lengan.

“Korban kemudian mendapatkan penanganan medis setelah petugas kepolisian datang ke lokasi,” imbuhnya.

Menerima informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Jatinangor melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi serta mengumpulkan sejumlah petunjuk di lapangan.

Baca Juga:Ratusan Guru Diangkat jadi Kepala Sekolah, Dony: Bentuk Kepercayaan Pemerintah Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026. Ajak Mahasiswa se Indoneisa, untuk asah Kompetensi

“Polisi masih mendalami kasus guna mengungkap identitas pelaku,” tutur Awang seraya menyebut bahwa korban hingga kini belum membuat laporan resmi, dengan alasan masih mengalami syok dan trauma pascakejadian. (red)

0 Komentar