SUMEDANGEKSPRES – Pantauan di Jalan Raya Jatinangor, sejumlah kendaraan shuttle Bhinneka terlihat berhenti di bahu jalan untuk menunggu maupun menurunkan penumpang. Kondisi tersebut membuat ruang gerak kendaraan lain menjadi terbatas sehingga lalu lintas kerap melambat, terutama pada jam sibuk.
Seorang pengguna jalan, Aji (24), mengaku aktivitas kendaraan shuttle yang berhenti di bahu jalan sudah berlangsung cukup lama dan sering menimbulkan antrean kendaraan. “Kalau pagi dan sore biasanya sering macet.
Kendaraan shuttle berhenti cukup lama di pinggir jalan untuk menunggu penumpang. Akibatnya kendaraan lain harus memperlambat laju,” ujarnya, Selasa (9/6). Menurutnya, keberadaan transportasi shuttle memang dibutuhkan masyarakat.
Baca Juga:Pemdes Mekarjaya Salurkan BLTDD secara Jemput Bola1141 Warga Girimukti Dapat Bantuan
Namun, aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang seharusnya dilakukan di lokasi yang tidak mengganggu pengguna jalan lain. “Kalau hanya sebentar mungkin tidak masalah. Tapi kalau berhentinya lama dan sering, jalan jadi sempit dan kendaraan di belakang ikut terhambat,” katanya mahasiswa Unpad tersebut. Masyarakat berharap instansi terkait dapat melakukan pengawasan dan penertiban terhadap kendaraan shuttle yang menggunakan bahu jalan sebagai lokasi menunggu penumpang.
Dengan adanya penataan yang lebih baik, arus lalu lintas di kawasan Jatinangor diharapkan dapat lebih lancar dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
Selain penegakan aturan, penyedia layanan transportasi juga diharapkan menyediakan titik pemberhentian yang lebih tertib dan aman sehingga aktivitas naik turun penumpang tidak memakan badan jalan. (azr)
