“Salah satu tujuan GMNI adalah meningkatkan kompetensi kepemimpinan. Oleh karena itu, setiap program, kegiatan, maupun kebijakan harus berorientasi pada pencapaian tujuan tersebut. Jangan sampai ada kegiatan yang tidak memberikan dampak terhadap kemajuan organisasi dan pengembangan kader,” ungkapnya.
Bupati juga mendorong pengurus GMNI untuk menerapkan tata kelola organisasi yang profesional melalui pembagian tugas yang jelas, indikator kinerja yang terukur, serta evaluasi yang berkelanjutan.
“Setiap bidang harus memiliki beban kerja yang jelas dan ukuran kinerja yang dapat diukur. Program kerja hasil Konferensi Cabang harus didistribusikan kepada seluruh bidang untuk dilaksanakan selama satu periode kepengurusan. Dengan demikian, organisasi akan semakin modern dan profesional dalam pengelolaannya,” jelasnya.
Baca Juga:Utang Piutang Hingga Dugaan Asmara, Bocah Tak Berdosa Jadi Sasaran, Polisi: Disiram Pakai Air AkiTarget Masuk 10 Besar di Porprov, Bupati Dony: Kesempatan Ukir Sejarah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menekankan pentingnya kaderisasi sebagai investasi jangka panjang organisasi. Menurutnya, proses kaderisasi yang berkelanjutan akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi dan karakter yang kuat.
“Semakin banyak kaderisasi dilakukan, semakin meningkat pula kompetensi organisasi. Kompetensi itu dibangun melalui empat dimensi, yaitu pengetahuan, pengalaman, integritas, dan jaringan. Keempatnya harus terus diperkuat dalam setiap proses pembinaan kader,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap GMNI Sumedang mampu memiliki karakter dan keunggulan yang membedakannya dengan GMNI di daerah lain. Ia juga mendorong agar organisasi dikelola secara modern dengan memanfaatkan teknologi digital.
“GMNI Sumedang harus memiliki diferensiasi yang menjadi ciri khasnya. Organisasi juga harus dikelola berbasis digital dengan basis data anggota yang tertata baik, serta terus menghadirkan inovasi dan kreativitas agar mampu menjawab perkembangan zaman,” pungkasnya.
