Ia menjelaskan bahwa peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya sektor ekonomi yang selama beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan positif, melengkapi capaian pendidikan dan kesehatan yang sebelumnya sudah cukup baik.
“Ekonomi Sumedang terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi terus bertambah, dan dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Meski demikian, Dony mengingatkan adanya tantangan yang harus diantisipasi, terutama prediksi terjadinya fenomena El Niño pada tahun 2026 yang berpotensi menurunkan produksi pertanian akibat musim kemarau yang lebih panjang.
Baca Juga:Subuh Berjamaah, Kick Off Sukseskan MTQ Sumedang 2026, BUPATI: Memperkuat Kecintaan Terhadap Al QuranShalat Subuh Berjamaah Jadi Simbol Kebangkitan Masyarakat Membangun Desa
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah melakukan berbagai langkah antisipatif melalui konsolidasi lintas sektor bersama Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Langkah yang dilakukan antara lain mengoptimalkan sumber-sumber air, memperbaiki embung dan jaringan irigasi, mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur pertanian, hingga menyiapkan pompa air di kawasan pertanian yang berdekatan dengan sumber air.
“Kita tidak ingin produksi pertanian menurun karena sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh sebab itu seluruh infrastruktur pendukung harus dipastikan siap sebelum musim kemarau tiba,” tegasnya.
Selain sektor pertanian, Dony juga menyoroti pesatnya perkembangan kawasan industri di wilayah Ujung Jaya yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan tersebut didukung berbagai fasilitas pendidikan, pembangunan kawasan industri, serta pengembangan infrastruktur strategis lainnya.
Untuk mendukung iklim investasi, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat kemudahan pelayanan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) dan sistem pelayanan digital yang memberikan proses perizinan lebih cepat, mudah, dan transparan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan UMKM melalui Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) Bank Sumedang dengan bunga ringan sehingga pelaku usaha memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah untuk mengembangkan usahanya.
Bupati Dony mengungkapkan bahwa berbagai kemudahan tersebut telah meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Sumedang. Sejumlah investor dari berbagai negara mulai menjajaki peluang investasi di sektor industri, manufaktur, hingga pengembangan kemitraan bersama UMKM lokal.
