SUMEDANGEKSPRES – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurnia berjanji akan menghidupkan kembali kaulinan barudak (Permainan tradisional, red) di sekolah SD dan SMP.
Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak negatif penggunaan ruang digital terhadap anak-anak.
“Berkaitan dengan masuknya teknologi dan ruang digital kepada anak-anak, sesuai arahan pimpinan, Pak Bupati, kami berupaya membatasi penggunaan ruang digital yang tidak sesuai dengan usia anak,” ujar Eka kepada Sumeks, Kamis (30/7).
Baca Juga:Waspada! Ruang Digital Bisa Jadi Ancaman bagi AnakHadirkan Penyaluran Bansos Lebih Akurat, Dony: Tak Tepat Sasaran Berdampak pada Pemborosan Anggaran
Kata Eka, salah satu langkah yang telah dilakukan adalah membiasakan anak-anak mengikuti kegiatan permainan tradisional serta aktivitas kreatif yang melibatkan interaksi langsung dengan teman sebaya.
“Program ini telah diinformasikan kepada seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumedang. Bahkan dalam waktu dekat, kami akan menerbitkan surat edaran, sebagai pedoman pelaksanaan di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Selain permainan tradisional, kata Eka, sekolah juga didorong untuk mengaktifkan kembali kegiatan olahraga, keterampilan dan kreativitas anak, yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap gawai maupun media sosial.
“Kami berharap, dengan diaktifkannya kembali kaulinan barudak, olahraga dan berbagai kegiatan keterampilan, anak-anak memiliki lebih banyak aktivitas positif sehingga penggunaan ruang digital bisa lebih terkendali,” ungkapnya.
Meski demikian, program tersebut tidak akan dimasukkan sebagai mata pelajaran khusus dalam kurikulum.
Disdik menyerahkan implementasinya kepada masing-masing satuan pendidikan, untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran yang sudah ada.
“Tidak dimasukkan ke dalam kurikulum khusus. Kami kembalikan kepada satuan pendidikan. Harapannya kegiatan kaulinan barudak bisa diintegrasikan dengan pelajaran olahraga maupun mata pelajaran lainnya,” jelas Eka.
Baca Juga:BARAK'S Tagih Janji Penyelesaian Ganti Rugi Lahan Tol Cisumdawu: Jangan Sampai Menyengsarakan RakyatBARAK'S Tagih Janji Penyelesaian Ganti Rugi Lahan Tol Cisumdawu: Jangan Sampai Menyengsarakan Rakyat
Eka mencontohkan permainan tradisional seperti congklak yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa secara menyenangkan.
“Selain melestarikan budaya lokal, juga bisa meningkatkan kemampuan siswa melalui metode belajar yang lebih menarik,” pungkasnya. (red)
