PPS Jadi Laboratorium Kehidupan, Dony: Membentuk Generasi Pancawaluya

PPS Jadi Laboratorium Kehidupan, Dony: Membentuk Generasi Pancawaluya
PPS Jadi Laboratorium Kehidupan, Dony: Membentuk Generasi Pancawaluya
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Siapa bilang kantor pemerintahan hanya tempat orang bekerja? Di Sumedang, kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) kini juga dibuka sebagai ruang belajar bagi anak-anak.

Konsep tersebut diwujudkan melalui Sumedang Outing Class Edutourism 2026 yang diluncurkan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Pendopo PPS, Sabtu (3/10/2026).

Program bertema “Jelajah Budaya, Sejarah, Olahraga, Pemerintahan, dan Lingkungan Hidup” itu mengajak siswa belajar langsung di luar kelas.

Baca Juga:Lumbung Pangan Baznas, Cetak Mustahik Jadi Muzakki, Ayi Subhan: Harus Mampu Mengubah KehidupanHUT ke-68 Smansa, Dony Bekali Siswa Empat Modal Sukses

Siswa diajak menjelajahi sejumlah fasilitas, mulai Perpustakaan Daerah, jogging track, Pendopo, Galeri UMKM, fasilitas pengolahan sampah, Selasar Sejarah dan Arkeologi, hingga Command Center Setda.

Dony mengatakan, kantor pemerintahan harus bisa menjadi sumber pengetahuan sekaligus inspirasi bagi generasi muda.

“Kita ingin membuka ruang-ruang belajar terbuka, bahkan laboratorium kehidupan bagi anak-anak kita,” kata Dony.

Menurutnya, pengalaman melihat langsung bagaimana pemerintahan bekerja akan memberikan pemahaman berbeda dibandingkan hanya belajar dari buku.

“Di sini mereka bisa mengetahui bagaimana pemerintah bekerja, mengelola sampah, memahami sejarah Sumedang, hingga melihat pusat data dan Command Center,” ujar Dony.

Dony menegaskan, program tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Seluruh perangkat daerah harus berkolaborasi agar Outing Class Edutourism berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Ia juga berharap kawasan PPS dapat menjadi tempat yang menumbuhkan cita-cita anak-anak Sumedang.

Baca Juga:Golkar Sumedang Siap Gelar Musda, Asep Kurnia: Proses Pencalonan Mengikuti TahapanDapat Dukungan Penuh, Bunda Bilqis Siap Nahkodai Partai Golkar: Ini Sejarah

“Bisa jadi anak yang hari ini datang berkunjung, beberapa tahun atau beberapa puluh tahun ke depan kembali ke tempat ini sebagai orang yang memimpin, melayani, atau memberikan kontribusi bagi masyarakat Sumedang,” tuturnya.

Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia sekaligus membentuk generasi Pancawaluya: cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer. (red)

0 Komentar