Digitalisasi Percepat Penurunan Stunting

Digitalisasi Percepat Penurunan Stunting
ILUSTRASI: Pemerintah Kabupaten Sumedang mencatat capaian penting dalam upaya percepatan penanganan stunting. Hingga Februari 2026, angka stunting berhasil ditekan menjadi 6,6 persen, turun drastis dibandingkan 32 persen.(Dok Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANGESKPRES – Kabupaten Sumedang mencatat penurunan angka stunting hingga 6,6 persen pada Februari 2026. Salah satu faktor yang dinilai berperan besar adalah pemanfaatan aplikasi Simpati, sistem digital yang mempercepat pendataan, pemantauan, dan intervensi terhadap balita berisiko stunting.

Enam tahun lalu, Sumedang masuk dalam daftar 100 kabupaten prioritas penanganan stunting nasional. Saat itu, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi stunting mencapai 32 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Hana Zaitunah Fuadi, mengatakan penurunan itu merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang dilakukan secara konsisten sejak 2018.

Baca Juga:Pemkab Sumedang Perkuat Pembinaan Atlet, Targetkan Prestasi Gemilang di POPWILDA 2026Belajar Ilmu Agama, Bekal Penting bagi Para Ibu dalam Mendidik Keluarga

“Alhamdulillah, berkat dukungan seluruh pemangku kepentingan, berbagai inovasi berhasil mempercepat penurunan stunting,” kata Hana, Senin (6/7).

Aplikasi Simpati yang diluncurkan pada 2020 memungkinkan kader Posyandu memasukkan hasil penimbangan dan pengukuran balita langsung ke sistem. Data tersebut dapat dipantau secara real time oleh pemerintah mulai tingkat desa hingga kabupaten.

Menurut Hana, data yang terintegrasi membuat penanganan balita berisiko bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Seiring perkembangan, Simpati dikembangkan menjadi Simpati Jitu. Sistem ini tidak hanya memantau balita, tetapi juga menitikberatkan pencegahan sejak hulu, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi usia 0–24 bulan.

Intervensi dilakukan melalui pemenuhan gizi, pencegahan anemia, pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI, serta pemantauan rutin pertumbuhan anak di Posyandu.

Berdasarkan Bulan Penimbangan Balita Agustus 2025, angka stunting Sumedang tercatat 6,72 persen. Capaian sementara pada Februari 2026 kembali turun menjadi 6,6 persen.

Meski masih bersifat sementara, capaian tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi layanan kesehatan yang dipadukan dengan kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat penurunan stunting dan memperkuat upaya membangun generasi yang lebih sehat di Kabupaten Sumedang.(kki)

0 Komentar