Transformasi Layanan Air Bersih: Perumda Tirta Medal Uji Coba Meter Air Prabayar Berbasis Smart Utility

Transformasi Layanan Air Bersih: Perumda Tirta Medal Uji Coba Meter Air Prabayar Berbasis Smart Utility
Transformasi Layanan Air Bersih: Perumda Tirta Medal Uji Coba Meter Air Prabayar Berbasis Smart Utility
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES — Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang secara resmi meluncurkan uji coba (pilot project) inovasi Meter Air Prabayar.

Peluncuran berlangsung di Gedung Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang, Senin (17/8/2026), selepas pelaksanaan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

​Agenda strategis ini disaksikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Baca Juga:Peringatan HUT RI ke-81, Ketua DPRD Ajak Warga Jaga Persatuan dan Semangat Gotong RoyongDetik-detik Proklamasi Digelar di Tingkat RW, Warga Rasakan Khidmat HUT RI ke-81

“​Penerapan teknologi meter air prabayar merupakan lompatan modernisasi manajemen utilitas air minum (smart water metering),” kata Direktur Perumda Tirta Medal Sumedang, Hi Imas Permasih kepada Sumeks.

Pendekatan itu, kata Imas, mengadopsi sistem Demand-Side Management (DSM), yang memungkinkan pelanggan mengontrol volume konsumsi secara mandiri, transparan dan terukur secara real-time, serupa dengan sistem kelistrikan pintar.

“​Pada tahap awal, implementasi difokuskan pada dua titik strategis sebagai percontohan​halaman Pendopo IPP Kabupaten Sumedang, yang tercatat sebagai pelanggan aktif wilayah Pelayanan Cabang Sumedang Utara,” tutur Imas.

​​Secara teknis operasional, swmbung Imas, fase uji coba tersebut ditujukan untuk menguji ketahanan mekanikal-elektronik (durability), akurasi sensor volume aliran, serta keandalan sistem transmisi data perangkat di lapangan.

“Selain itu, manajemen tengah mematangkan kajian tekno-ekonomi komprehensif. Mengingat biaya investasi pengadaan unit meter prabayar lebih tinggi, dibandingkan meter air mekanik konvensional, analisis kelayakan biaya (cost-benefit analysis) dan skema pembiayaan menjadi prioritas kajian, sebelum didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat luas,” bebernya.

​Secara ilmiah dan praktis di sektor utilitas, kata Imas, adopsi teknologi prabayar terbukti efektif menekan angka kehilangan air non-fisik (Commercial Non-Revenue Water), mengeliminasi risiko tunggakan rekening, serta meniadakan potensi sengketa akibat estimasi pembacaan meter manual.

“​Langkah bertahap ini mempertegas komitmen Perumda Air Minum Tirta Medal dan Pemerintah Kabupaten Sumedang, dalam mengakselerasi transformasi digital pelayanan publik berbasis efisiensi, akuntabilitas, dan keberlanjutan sumber daya air,” pubgkasnya. (red)

0 Komentar