Langkah tersebut menurutnya, sekaligus menjadi strategi perusahaan dalam memperkuat sistem distribusi air menghadapi ancaman kekeringan selama musim kemarau.
“Kami melakukan pendekatan berbasis data, mulai dari kondisi sumber air di hulu hingga pola konsumsi pelanggan di hilir. Dengan perencanaan yang matang, kami optimistis pasokan air bersih kepada masyarakat dapat tetap terjaga selama musim kemarau 2026,” pungkas Yadi. (red)
