SUMEDANGEKSPRES – Gangguan tegangan listrik yang berdampak pada operasional instalasi pengolahan air milik Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang, mendapat respons cepat dari PT PLN (Persero) ULP Sumedang Kota.
Menindaklanjuti surat permohonan normalisasi tegangan yang disampaikan manajemen Perumda Air Minum Tirta Medal pada 23 Juli 2026, jajaran PLN langsung melakukan pertemuan teknis di Kantor Pusat Perumda, untuk membahas langkah penanganan agar distribusi air bersih kepada masyarakat kembali berjalan normal.
Kepala Seksi Pemetaan Jaringan dan Perizinan Bidang Perencanaan, Heru Trilaksono S.Sos mengatakan, sinergi antara penyedia layanan kelistrikan dan penyedia air minum, menjadi bagian penting dalam menjaga pelayanan publik.
Baca Juga:Kuota Promo Pasang Baru Habis, Perumda Tirta Medal Kembali Berlakukan Tarif RegulerWali Kota Pekanbaru Belajar Inovasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan di Sumedang
“Yang paling utama adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Karena itu, koordinasi dengan PLN dilakukan secara cepat agar setiap kendala teknis dapat segera ditindaklanjuti dan distribusi air bersih tetap berjalan optimal,” ujar Heru, Rabu (29/7).
Dikatakan, evaluasi terhadap kondisi jaringan dan instalasi, akan terus dilakukan secara berkala, untuk memetakan titik-titik yang berpotensi mengalami gangguan, sehingga langkah antisipasi dapat disiapkan lebih dini.
“Melalui komunikasi yang intensif dan pemetaan jaringan yang baik, kami berharap potensi gangguan dapat diminimalkan. Pelayanan publik harus menjadi prioritas bersama, sehingga masyarakat tetap memperoleh layanan air bersih secara berkesinambungan,” jelas Heru.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, Heru berharap kualitas pasokan listrik pada instalasi pengolahan air semakin stabil, sehingga pelayanan air bersih bagi puluhan ribu pelanggan Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang dapat berlangsung lebih andal.
Diketahui, permohonan tersebut muncul setelah terjadinya fluktuasi tegangan (unstable voltage) yang berulang, sehingga mengganggu kinerja mesin pompa. Dampak terparah terjadi di wilayah Cabang Wado, tepatnya di Desa Cikareo, di mana pelayanan distribusi air sempat terhenti selama tiga hari akibat pemeliharaan jaringan SUTT 70 kV jalur Tasik–Malangbong 2.
Dari hasil koordinasi, kedua belah pihak menyepakati tiga langkah prioritas. Pertama, normalisasi tegangan di wilayah Wado agar operasional Water Treatment Plant (WTP) kembali stabil. Kedua, pelaksanaan audit teknis dan pemantauan tegangan di seluruh titik instalasi pompa milik Perumda dan ketiga, pembentukan jalur komunikasi selama 24 jam antara operator pompa dan tim teknis PLN sehingga setiap potensi gangguan dapat ditangani lebih cepat. (red)
