Jalan Ciater Galudra Mulai Diperbaiki

Jalan Ciater Galudra Mulai Diperbaiki
MENUNJUKAN: Kepala Dusun 1 Desa Galudra, Dedi Junaedi, menunjukkan material batu koral yang telah tiba untuk mendukung perbaikan jalan kabupaten di wilayah Dusun Ciater, Desa Galudra, Kecamatan Cimalaka.(Achmad/Sumeks
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES,CIMALAKA – Material batu koral dan alat berat mulai berdatangan ke Dusun Ciater, Desa Galudra, Kecamatan Cimalaka. Kedatangan itu menjadi penanda dimulainya perbaikan jalan kabupaten yang selama belasan tahun dinanti warga.

Jalan tersebut menjadi salah satu akses penghubung Kecamatan Cimalaka dengan Kecamatan Sumedang Utara. Warga mengaku terakhir kali merasakan pembangunan jalan melalui program PNPM sekitar 17 tahun lalu.

Kepala Dusun 1 Desa Galudra, Dedi Junaedi, mengatakan warga langsung menyambut kedatangan material dan alat berat dengan antusias. Tujuh truk batu koral dan dua unit alat berat telah tiba di lokasi untuk mendukung pengerjaan jalan yang panjangnya lebih dari 900 meter.

Baca Juga:Siaga Musim Hujan Pemkab Perkuat Mitigasi Bencana Bupati Dony Monitoring West Java Paragliding Championship di Batudua,  Peserta Dubai Puji Sumedang

“Banyak warga yang bertanya di jalan, apakah ini mau diaspal? Begitu saya jawab iya, mereka langsung mengangkat dua tangan bersyukur kepada Allah karena penantian sekian puluh tahun akhirnya terealisasi di 2026 ini,” ujar Dedi.

Menurut dia, kabar perbaikan jalan menjadi perhatian warga Dusun Ciater RT 01/RW 03 dan Kampung Galudra RT 03/RW 01. Sebagian warga bahkan berinisiatif membantu kebutuhan pekerja selama proses pengerjaan berlangsung.

Bersama ketua RT, RW dan anggota Badan Permusyawaratan Desa, warga menyiapkan makanan dan minuman secara swadaya. Mereka juga telah merencanakan syukuran setelah pengerjaan hotmix rampung.

Namun, kegembiraan itu diiringi kekhawatiran mengenai daya tahan jalan. Pemerintah desa dan warga menilai pembenahan drainase harus menjadi bagian dari upaya menjaga jalan agar tidak kembali cepat rusak.

Perhatian khusus diarahkan pada saluran air di sebelah barat wilayah Ciater yang dinilai masih membutuhkan penataan. Dedi mengatakan pihak desa telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyiapkan langkah lanjutan.

“Yang ditakutkan jalannya sudah bagus tapi drainasenya tidak diurus, nanti bisa cepat rusak lagi,” katanya.

Desa, kata Dedi, juga membuka kemungkinan bermusyawarah dengan warga mengenai kebutuhan lahan apabila pelebaran saluran air diperlukan. Koordinasi dengan pihak pekerjaan umum diarahkan untuk penyusunan rencana penanganan pada 2027.

Baca Juga:Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada MasyarakatTragedi Tower 30 Meter Roboh Saat Dipotong, Satu Pekerja Tewas Usai Mendapat Perawatan Medis

Warga kini berharap pengerjaan jalan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Jalan yang selama ini menjadi akses aktivitas warga diharapkan dapat kembali nyaman dilalui setelah diperbaiki.

0 Komentar