Siaga Musim Hujan Pemkab Perkuat Mitigasi Bencana 

Siaga Musim Hujan Pemkab Perkuat Mitigasi Bencana 
EVAKUASI: Pemkab Sumedang memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir, longsor, hingga dampak bencana hidrometeorologi lainnya saat musim hujan.(Dok Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat mitigasi menghadapi musim hujan. Sejumlah titik yang berpotensi mengalami banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan pada ruas jalan mulai dipetakan untuk ditangani sebelum bencana terjadi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati mengatakan pemetaan dilakukan agar setiap perangkat daerah segera mengambil langkah sesuai kewenangannya. Hal itu disampaikan Tuti seusai memimpin Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana di Ruang Rapat Sekda, Rabu, (16/9).

“Kami sudah mengidentifikasi titik-titik yang perlu diantisipasi menghadapi musim penghujan. SKPD harus segera menindaklanjutinya sesuai tupoksi,” ujar Tuti.

Baca Juga:Bupati Dony Monitoring West Java Paragliding Championship di Batudua,  Peserta Dubai Puji SumedangTerima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat

Menurut Tuti, mitigasi tidak bisa menunggu bencana datang. Penanganan pohon yang rawan tumbang, kondisi jalan dan tebing, drainase, sungai, hingga kawasan pertanian harus dilakukan sejak awal.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang diminta segera menangani titik yang menjadi kewenangannya.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan diminta mengidentifikasi pohon rawan tumbang. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan aliran sungai. Dinas Perhubungan menyiapkan rambu dan pengamanan pada ruas jalan yang berisiko.

“Jangan menunggu bencana terjadi. SKPD harus melakukan langkah preventif,” kata Tuti.

Sejumlah titik rawan longsor dan banjir juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Di antaranya kawasan Lebakhuni–Mergalaksana, Cijeler–Bangbayang dan Tegalmanggung, Cimanggung. Beberapa sungai yang dinilai membutuhkan pengerukan turut masuk dalam agenda penanganan.

“Untuk yang sudah teranggarkan segera dieksekusi dan yang belum diajukan untuk dibahas di perubahan APBD,” ujarnya.

Mitigasi juga diarahkan ke sektor pertanian. Memasuki musim hujan, kondisi lahan sawah yang sebelumnya kering perlu disiapkan untuk menghadapi perubahan cuaca dan peningkatan intensitas hujan.

Baca Juga:Tragedi Tower 30 Meter Roboh Saat Dipotong, Satu Pekerja Tewas Usai Mendapat Perawatan Medis28 Siswa SMPN 2 Ciwaru Pusing dan Mual, Diduga Keracunan

“Pertanian diantisipasi. Sawah yang sebelumnya kering harus dipersiapkan menghadapi hujan, termasuk ketersediaan sarana pendukungnya,” kata Tuti.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengatakan banjir dan tanah longsor masih menjadi bencana hidrometeorologi yang dominan terjadi di Sumedang. Potensi longsor, kata dia, tersebar di hampir seluruh wilayah, termasuk permukiman dan sepanjang ruas jalan.

Wilayah yang mendapat perhatian antara lain Tanjungkerta, Sukasari, Sumedang Selatan, Situraja, Pamulihan, Cimanggung, Surian, Jatinunggal dan Cibugel. Sebanyak 26 kecamatan juga memiliki kawasan permukiman yang berpotensi terdampak longsor.

0 Komentar