Ancaman serupa terdapat pada sejumlah ruas jalan. Di jalan nasional, titik yang perlu diwaspadai antara lain Cadas Pangeran, Cigendel dan Cijelag–Tomo. Sedangkan pada jalan provinsi terdapat Panisan, Wado dan Lingkar Jatigede.
Untuk potensi banjir, BPBD memberi perhatian pada kawasan Jatinangor, Cimanggung, Sumedang Utara, Sumedang Selatan, Tomo dan Ujungjaya.
Penanganan aliran sungai juga dilakukan bersama unsur terkait.
Sejumlah sungai yang mendapat perhatian antara lain Sungai Cimande, Sungai Cikeruh, Sungai Cileuleuy dan Sungai Cikandung.
Baca Juga:Bupati Dony Monitoring West Java Paragliding Championship di Batudua, Peserta Dubai Puji SumedangTerima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat
Bambang mengatakan mitigasi dilakukan sebelum bencana terjadi. Selain penanganan aliran sungai, BPBD melakukan pemantauan kawasan rawan serta memastikan kesiapan personel dan peralatan.
“Penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Kami juga melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk penanganan aliran sungai, pemantauan wilayah rawan serta kesiapsiagaan personel dan peralatan,” ujar Bambang.
Langkah tersebut, menurut dia, ditujukan untuk mengurangi risiko dan dampak apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Sumedang.(win)
