SUMEDANG – Kabupaten Sumedang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi dan kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi. Menyadari kondisi geografis tersebut, edukasi dan pemahaman melalui simulasi kesiapsiagaan bencana menjadi langkah krusial, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak usia sekolah.
Sebagai bentuk kepedulian dan upaya membangun generasi yang tanggap bencana, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Jumat, 24 Juli 2026. Mengusung tajuk “Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Gempa Bumi bagi Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Sumedang”, kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta.
Kegiatan ini diketuai oleh Delli Yuliana Rahmat, S.Kep., Ners., M.Kep., bersama anggota tim pengabdi Prof. Dr. Indra Safari dan Dr. Adang Sudrazat, M.Si., serta didukung penuh oleh mahasiswa UPI Kampus Sumedang sebagai fasilitator lapangan. Total sebanyak 50 siswa-siswi dari SDN Licin, SDN Cimalaka 1, dan SDN Cimalaka 2 terlibat aktif dalam seluruh rangkaian acara.
Baca Juga:Menteri Nusron Ajak IPPAT dan Pemda Jawa Barat Perkuat Sinergi demi Peningkatan Kualitas Layanan PertanahanWujud Komitmen Perubahan, Kementerian ATR/BPN Tawarkan Optimalisasi Kerja Sama dengan Pemda Se-Lampung
Kombinasi Edukasi Teori dan Simulasi Praktik LangsungTidak hanya memberikan materi edukasi secara teori, kegiatan ini berfokus pada praktik simulasi mitigasi bencana secara langsung.
Para siswa dilatih untuk mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri mendasar saat gempa terjadi, meliputi:Aksi Perlindungan Diri (Drop, Cover, HoldOn) : Mengajarkan siswa untuk tidak panik, segera merunduk, melindungi kepala dan leher di bawah meja yang kokoh, serta berpegangan hingga guncangan mereda.
Simulasi Evakuasi Terarah: Mempraktikkan proses evakuasi aman menuju titik kumpul (assembly point) di area terbuka sekolah secara berurutan dan tenang tanpa saling dorong.
Insting Tanggap Darurat: Melatih ingatan motorik anak-anak agar reflek penyelamatan diri terbentuk secara otomatis jika situasi darurat gempa nyata terjadi di sekolah maupun di rumah.
Keterlibatan aktif mahasiswa UPI Kampus Sumedang sebagai pendamping membuat proses simulasi berlangsung interaktif dan menyenangkan.
Melalui permainan edukatif, kuis kesiapsiagaan, serta peragaan gerakan tanggap gempa, para siswa SD dapat menyerap informasi mitigasi bencana tanpa merasa takut atau tertekan. Pendekatan persuasif ini terbukti efektif menjaga fokus anak-anak sepanjang sesi praktik evakuasi.
