Debu Tambang di Musim Kemarau Berisiko Picu ISPA

Dinkes Sumedang
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Surdi Sudiana
0 Komentar

POLUSI debu dari aktivitas tambang batu dan pasir yang menyelimuti kawasan pendidikan di Kecamatan Cimalaka dinilai berpotensi meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta iritasi mata dan saluran napas, terutama pada musim kemarau ketika partikel debu mudah beterbangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Surdi Sudiana, mengimbau civitas akademika sekolah dan perguruan tinggi segera melakukan langkah mitigasi kesehatan untuk mengurangi paparan debu.

Menurut Surdi, penggunaan masker harus ditingkatkan karena masker kain biasa maupun masker scuba dinilai kurang efektif menyaring partikel debu halus dari aktivitas tambang.

Baca Juga:Mantan Dewan Berebut Gono-giniEnam Nama, Satu Amanah

“Siswa, mahasiswa, guru, dan dosen disarankan menggunakan masker medis berlapis atau lebih ideal menggunakan masker N95, KN95, atau KF94 saat berada di area sekolah maupun kampus,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta aktivitas fisik di luar ruangan dikurangi sementara. Penghentian upacara bendera maupun kegiatan olahraga lapangan, menurutnya, merupakan langkah yang tepat karena saat berolahraga volume udara yang dihirup meningkat sehingga partikel debu yang masuk ke paru-paru menjadi lebih banyak.

Surdi juga menyarankan perubahan metode pembersihan ruang kelas dan fasilitas pendidikan. Penggunaan sapu ijuk atau kemoceng sebaiknya dihindari karena justru membuat debu kembali beterbangan di dalam ruangan.

“Gunakan metode wet cleaning atau pembersihan basah, misalnya dengan kain lap lembap untuk meja dan kursi serta rutin mengepel lantai dengan air,” katanya.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti siswa atau tenaga pendidik yang memiliki riwayat asma, bronkitis, maupun alergi debu. Mereka diminta selalu membawa obat pribadi, termasuk inhaler, dan segera menuju fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berlebihan, mata perih, atau sesak napas.

Di tengah cuaca kemarau, Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh. Minum air putih secara cukup dinilai dapat membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan sehingga mekanisme alami tubuh lebih efektif menangkap dan mengeluarkan partikel debu yang terhirup.

“Lendir atau mukosa yang tetap lembap akan membantu saluran napas membersihkan partikel debu sehingga risiko gangguan pernapasan dapat dikurangi,” ujar Surdi.

0 Komentar