Nama Tatar Sunda Didukung Budayawan Dinilai Miliki Nilai Sejarah dan Budaya

Nama Tatar Sunda Didukung Budayawan Dinilai Miliki Nilai Sejarah dan Budaya
ILUSTRASI: Radya Anom Keraton Sumedang Larang, R.Luky Djohari Soemawilaga saat membawa Mahkota Binokasih dalam acara Kirab Panji di acara hari jadi Sumedang ke 446.(istimewa)
0 Komentar

Menanggapi adanya kekhawatiran dari sejumlah daerah seperti Cirebon dan Indramayu, ia berpendapat bahwa wilayah tersebut secara historis merupakan bagian dari kawasan Tatar Sunda pada masa lampau dan asal usul masyarakatnya berasal dari sunda.

Karena itu, menurutnya, penggunaan nama Tatar Sunda tetap memiliki dasar sejarah dan relevan di larapkan

Ia menambahkan, apabila perubahan nama benar-benar diwujudkan, dampaknya diyakini tidak hanya pada penguatan identitas budaya, tetapi juga dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat serta mendukung pengembangan seluruh sektor pembangunan termasuk kemajuan kebudayaan,pariwisata, ekonomi,dan pembangunan lainnya.

Baca Juga:Emas, Perut, dan Matematika AjaibDokumen Wakaf Hilang? Menteri ATR/Kepala BPN Jelaskan Cara agar Tanah Tetap Bisa Disertipikatkan

“Masyarakat akan merasa identitas budayanya diakui. Hal itu dapat meningkatkan semangat untuk melestarikan budaya sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Sunda serta peningkatan pembangunan dalam seluruh aspek,”ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perubahan nama harus berjalan seiring dengan upaya nyata dalam melestarikan budaya Sunda. Menurutnya, penguatan identitas melalui nama daerah dan pelestarian budaya merupakan dua hal yang saling berkaitan.

“Perubahan nama sangat relevan dengan kemajuan kebudayaan. Jika identitas daerah semakin kuat, maka kesadaran masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan budaya Sunda juga akan semakin meningkat dan berkualitas ,” pungkasnya. (kki)

0 Komentar