Rashdul Qiblat Fenomena Alam Sebagai Wujud Kasih Sayang Ilahi

Rashdul Qiblat Fenomena Alam Sebagai Wujud Kasih Sayang Ilahi
Drs H. Dadang Nurholis foto bersama Majlis Ta\'lim di RA Nurrul Aulia
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES– Fenomena Rashdul Qiblat kembali terjadi pada pertengahan Juli dan dimanfaatkan sebagai momen untuk melakukan kalibrasi arah kiblat secara akurat. (18/7).

Drs H. Dadang Nurholis menjelaskan, mengenai Rasdhul Qiblat ini merupakan Fenomena alam, yang terjadi ketika posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah, sehingga bayangan, benda tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat. Pada Juli tahun ini, Rashdul Qiblat berlangsung pada 15–16 Juli .

“Pengukuran, arah kiblat dilakukan secara tepat pada pukul 16.27 WIB, dengan toleransi sekitar dua hingga tiga menit” Katanya.

Baca Juga:Kades Sukajaya Terpilih Ikuti Program KDMK Tahun 2026MPLS SMAN 2 Cimalaka Tanamkan Karakter Pancawaluya

Pada waktu tersebut, bayangan dari benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah kiblat. Arah itu, dapat dijadikan acuan untuk satu tahun ke depan hingga fenomena serupa kembali terjadi pada bulan Mei,”jelas narasumber.

Menurutnya, Rashdul Qiblat merupakan cara paling mudah untuk memastikan arah kiblat karena tidak memerlukan alat yang rumit.

“Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang benar-benar tegak di atas permukaan yang rata, kemudian mengamati arah bayangannya tepat pada waktu yang telah ditentukan”imbuhnya

Sementara itu, kalibrasi arah kiblat di luar waktu Rashdul Qiblat tetap dapat dilakukan, namun membutuhkan bantuan alat khusus seperti kompas, aplikasi atau jam yang telah disesuaikan dengan waktu resmi BMKG, serta alat ukur kiblat lainnya.

Ia menegaskan bahwa menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah salat. Dalam fikih dijelaskan bahwa salat memiliki beberapa syarat, di antaranya suci dari hadas kecil dan besar, suci badan, pakaian dan tempat dari najis, menutup aurat, masuk waktu salat, serta menghadap kiblat.

“Jika syarat menghadap kiblat tidak terpenuhi, maka secara fikih salat menjadi tidak sah. Karena itu, memastikan arah kiblat merupakan hal yang sangat penting agar ibadah dilakukan dengan benar,” ujarnya.

Selain memberikan kepastian arah kiblat, fenomena Rashdul Qiblat juga diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan dan keyakinan masyarakat saat beribadah. Menurutnya, fenomena ini merupakan bentuk kemudahan yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam untuk memastikan arah kiblat tanpa harus menggunakan alat yang mahal.

0 Komentar