Nakhoda Baru AMS Sumedang, Kusmana Resmi Terpilih Menjadi Ketua Periode 2026–2031

Nakhoda Baru AMS Sumedang, Kusmana Resmi Terpilih Menjadi Ketua Periode 2026–2031
Ketua baru AMS Distrik Sumedang masa bakti 2026-2031, Kusmana (kanan) saat menerima Bendera Panji kebesaran AMS, pada kegiatan Musdis AMS Sumedang ke XI yang digelar Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang, Sabtu (12/9). (Poto Achmad Sofa Sumeks). 
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Kabupaten Sumedang resmi memasuki babak baru.

Lewat Musyawarah Distrik (Musdis) ke-XI yang digelar di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) pada hari Sabtu (12/9/2026), Kusmana yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) dipercaya menakhodai AMS Distrik Sumedang untuk masa bakti 2026–2031.

Gelaran Musdis XI ini berlangsung hangat dan penuh semangat konsolidasi. Acara dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, 15 perwakilan Pengurus Pusat (PP) AMS Jawa Barat, serta diikuti sekitar 140 peserta dan peninjau.

Baca Juga:Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan di Kantah Kab Bogor I Tetap Berjalan Pascapenyidikan PolisiBupati Dony Raih Penghargaan “Tokoh Pelopor Digitalisasi Birokrasi”

Langkah cepat 100 hari kerja, usai terpilih, Kusmana menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas.

Ia telah menyiapkan serangkaian agenda prioritas dalam program 100 hari kerja, yang diawali dengan penataan internal dan penguatan jaringan organisasi.

Langkah terdekat yang akan diambil adalah merampungkan formasi kepengurusan AMS Distrik Sumedang yang terdiri dari 42 personel, membentuk Dewan Penasihat (Wanhat), serta mengawal persiapan pelantikan resmi dalam dua bulan ke depan.

“Setelah kepengurusan terbentuk, kami akan segera menggelar Rapat Kerja Distrik (Rakerdist) untuk menyusun program strategis lima tahun ke depan,” ujar Kusmana.

Kusmana menyebutkan, arah pergerakan AMS Sumedang ke depan akan ditopang oleh tiga pilar utama yang selaras dengan amanat Ketua Umum PP AMS Jawa Barat dan hasil kongres, ia juga memaparkan tiga pilar utama yang akan dijalankan.

Pilar pertama Konsolidasi dan Pembenahan Organisasi, untuk penataan kelembagaan di 26 rayon termasuk pelaksanaan Musyawarah Rayon di wilayah Tomo, Paseh, Cibugel, dan Wado serta penguatan badan ekstrastruktural seperti Ikatan Mahasiswa AMS dan Pitaloka Siliwangi.

Pilar kedua Ekonomi Kerakyatan & Ketahanan Pangan, dalam mendorong program kemandirian ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggota dan warga sekitar.

Baca Juga:Dosen IPB Pulang Kampung, Gembleng Kelompok Mina Kancra Sumedang Terkait Ilmu Budidaya Ikan KancraSinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Pilar ketiga Pendidikan & Pelatihan Kader, guna meningkatkan kapasitas serta kualitas sumber daya manusia (SDM) kader secara berkelanjutan.

” Seluruh program tersebut akan dipetakan berbasis analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) agar setiap pergerakan terukur, realistis, dan tepat sasaran,” tandasnya.

Kusmana menegaskan bahwa keberadaan organisasi harus memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah dan bersinergi penuh dengan Pemkab Sumedang.

0 Komentar