Numerasi Siswa SD Sumedang Turun 9,02 Poin, 5.000 Guru Disiapkan Belajar Digital

Learning Management System (LMS) Sumedang
Bupati Dony Ahmad Munir memaparkan Learning Management System (LMS) Sumedang Civil Service Academy (SCSA) di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (26/10/2026).
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Kemampuan numerasi murid sekolah dasar di Kabupaten Sumedang menghadapi pekerjaan rumah serius. Berdasarkan Rapor Pendidikan 2025, capaian numerasi tercatat 75,43, turun 9,02 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 84,42.

Data tersebut menjadi salah satu dasar Pemerintah Kabupaten Sumedang meluncurkan program pembelajaran numerasi berbasis Learning Management System (LMS) Sumedang Civil Service Academy (SCSA).

Program yang menyasar lebih dari 5.000 guru ASN sekolah dasar itu diluncurkan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin (26/10/2026).

Baca Juga:Login E-Office Sumedang, Ini Link Resmi dan Cara MengaksesnyaWisata Kuliner Legendaris Sumedang: 5 Tempat Makan yang Patut Dicoba

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar Kurniawan menyampaikan, selain penurunan capaian numerasi, sebanyak 24,57 persen murid SD belum mencapai kompetensi minimum.

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika jenjang SD juga menunjukkan rata-rata Sumedang sebesar 43,52, masih di bawah rata-rata provinsi dan nasional.

Angka-angka tersebut menjadi alasan penguatan kompetensi guru ditempatkan sebagai salah satu langkah perbaikan. Dinas Pendidikan menyiapkan pembelajaran berkelanjutan melalui materi digital, pendampingan, diskusi, dan ruang berbagi praktik baik antarguru.

“Numerasi bukan semata-mata kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menggunakan konsep matematika, bernalar, dan menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Eka.

Bupati Dony mengatakan, peningkatan kemampuan numerasi perlu dimulai dengan pembenahan proses pembelajaran, termasuk peningkatan kualitas guru. Menurut dia, pelatihan tidak boleh berhenti pada kegiatan formalitas, tetapi harus mendorong perubahan nyata di ruang kelas.

“Jangan sampai pembelajaran ini hanya menjadi formalitas. Kita ingin ada perubahan nyata pada diri guru, peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, dan pada akhirnya berdampak terhadap kemampuan anak-anak kita,” tegasnya.

Program tersebut melibatkan 15 pengembang konten pembelajaran dan 26 fasilitator kecamatan. Para guru akan mengikuti rangkaian orientasi, pembelajaran melalui LMS, diskusi, penerapan materi di kelas, hingga refleksi pembelajaran.

Baca Juga:MitelorJelang Pilkades 2026, Forkopimcam Cimanggung Temui Calon Kades di Empat Desa

Pelaksanaan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 26 Oktober hingga 26 November 2026. Evaluasi pada akhir program akan melihat partisipasi peserta, hasil belajar guru, serta kebutuhan pendampingan lanjutan.

Peluncuran program ini menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh guru benar-benar diterapkan dalam pembelajaran dan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid.(rls)

0 Komentar