Kemarau Panjang dan Efek Penggiliran: Perumda Tirta Medal Jelaskan Rentetan Kebocoran Pipa di Jalur Jatihurip

Kemarau Panjang dan Efek Penggiliran: Perumda Tirta Medal Jelaskan Rentetan Kebocoran Pipa di Jalur Jatihurip
Kemarau Panjang dan Efek Penggiliran: Perumda Tirta Medal Jelaskan Rentetan Kebocoran Pipa di Jalur Jatihurip
0 Komentar

SUMEDANGEKAPRES – ​Pelanggan di wilayah Perumahan Jatihurip dan sekitarnya belakangan ini mengalami gangguan pasokan air.

Kondisi ini bermula dari dampak musim kemarau panjang (El Nino) selama beberapa bulan terakhir yang menyebabkan penurunan debit air secara sangat signifikan pada sumber air Nangorak.

Akibat penyusutan sumber alam ini, pasokan air untuk wilayah pelayanan Sumedang Utara tidak dapat mengalir secara merata ke seluruh pelanggan.

Baca Juga:Ini Daftar Pejabat Eselon III yang Mengisi Jabatan Baru di Sumedang, Ada Kabag, Sekdis hingga CamatHUT Golkar Ke-62, Bunda Bilqis Bawa Warna Baru

​Untuk menyiasati minimnya ketersediaan air, Perumda Air Minum Tirta Medal terpaksa memberlakukan sistem penggiliran setiap 3 hari sekali.

Namun, kebijakan penyelamatan pasokan ini memicu dinamika teknis di lapangan.

Sebagaimana diinformasikan pada pengumuman resmi perusahaan melalui poster “1000641610.jpg”, pada hari ini, Rabu 4 November 2026, tim teknis kembali melakukan perbaikan kebocoran pipa PVC berukuran 8 inci di depan Damkar Sumedang.

​Kepala Bidang Teknik, Produksi, dan Sumber Daya Air, Yadi S.Sos., membenarkan bahwa dalam 7 hari terakhir, pihaknya harus melakukan perbaikan hingga tiga kali di jenis pipa dan jalur yang sama di sepanjang Jalan Prabu Gajah Agung, namun di titik yang terus bergeser.

Rentetan perbaikan tersebut meliputi tanggal 30 Oktober di depan Mako Damkar, 2 November di depan Alfamart lampu merah Bojong, dan kembali ke area depan Damkar pada 4 November ini.

​Agar pelanggan mendapatkan informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman, Yadi S.Sos. menjelaskan fenomena teknis tersebut dengan bahasa yang lebih sederhana:​Efek Pipa Kosong Saat Digilir: Akibat sistem penggiliran 3 harian, jaringan pipa transmisi sering berada dalam kondisi kosong.

Saat jadwal air kembali dialirkan, ruang kosong di dalam pipa sudah terisi oleh udara. Udara ini kemudian terdorong hebat oleh air dan menekan dinding pipa dari dalam dengan sangat kuat.

​Air Mencari Titik Lemah Baru: Tekanan dorongan air dan udara yang tiba-tiba ini memberikan “kejutan” pada sambungan pipa.

Baca Juga:Kementerian HAM Buka Pelatihan Satpol PP dan Evaluasi Manajemen Risiko di SumedangDari Barang Rampasan Korupsi, Kini Jadi Pusat Pembelajaran HAM

Ketika tim selesai menambal kebocoran di satu titik (misalnya di Bojong) dan aliran kembali dinormalkan, tekanan air yang kuat secara otomatis akan mencari titik terlemah lainnya di sepanjang jalur pipa tersebut.

0 Komentar