Waspada Penipuan Online, Ini 7 Modus yang Sering Menjebak Masyarakat

Ilustrasi modus penipuan melalui panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.
Ilustrasi pelaku kejahatan siber menggunakan telepon untuk menghubungi calon korban.(istimewa)
0 Komentar

Cara menghindarinya:

  • Jangan sembarangan membuka tautan dari nomor tidak dikenal.
  • Periksa alamat website sebelum memasukkan data.
  • Akses layanan melalui aplikasi resmi atau ketik alamat website secara langsung.
  • Jangan memasukkan PIN, kata sandi, dan OTP pada halaman yang tidak jelas.
  • Aktifkan verifikasi dua langkah pada akun penting.

3. Lowongan Kerja Palsu dengan Iming-Iming Gaji Besar

Pencari kerja juga menjadi sasaran penipuan digital.

Pelaku menyebarkan informasi lowongan pekerjaan melalui WhatsApp, Telegram, media sosial, atau situs yang tidak resmi.

Tawaran biasanya terlihat menarik, seperti pekerjaan ringan dengan gaji besar, proses penerimaan tanpa wawancara, atau janji langsung diterima.

Baca Juga:Cara Mengurus Administrasi di Mal Pelayanan Publik Sumedang, Ini Panduan dan LayanannyaKasus Penyadapan Prabowo, Pengamat Sebut Bisa Jadi Momentum Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

Setelah korban tertarik, pelaku meminta uang administrasi, biaya pelatihan, pembelian perlengkapan kerja, atau deposit tertentu.

Ada pula modus yang meminta data KTP, rekening, dan informasi pribadi dengan dalih melengkapi berkas lamaran.

Cara menghindarinya:

  • Periksa profil dan alamat perusahaan.
  • Pastikan lowongan tersedia di kanal resmi perusahaan.
  • Waspadai perusahaan yang meminta transfer uang untuk menjamin kelulusan.
  • Jangan mengirim foto identitas dan data perbankan kepada pihak yang belum terverifikasi.
  • Cari informasi mengenai alamat kantor dan kontak perusahaan sebelum mengikuti proses seleksi.

4. Love Scam, Penipuan Berkedok Hubungan Asmara

Love scam merupakan penipuan yang memanfaatkan hubungan emosional.

Pelaku biasanya berkenalan melalui media sosial atau aplikasi kencan. Setelah komunikasi berlangsung intensif, pelaku membangun kedekatan dan membuat korban merasa percaya.

Setelah hubungan terjalin, pelaku mulai mengarang alasan untuk meminta uang. Misalnya, mengaku mengalami kecelakaan, membutuhkan biaya pengobatan, tertahan di perjalanan, atau menghadapi masalah bisnis.

Dalam beberapa kasus, pelaku juga mengajak korban berinvestasi melalui platform tertentu yang ternyata palsu.

Cara menghindarinya:

  • Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal di internet.
  • Waspadai permintaan uang meskipun hubungan sudah terasa dekat.
  • Jangan mengirim foto pribadi atau dokumen identitas kepada orang yang belum dikenal secara langsung.
  • Hindari tawaran investasi dari pasangan online yang tidak jelas legalitasnya.
  • Lakukan verifikasi identitas sebelum mengambil keputusan keuangan.

5. Penipuan Undangan Digital dan File APK

0 Komentar