Modus lainnya adalah mengirimkan file atau dokumen digital dengan alasan undangan pernikahan, surat tilang, bukti pengiriman paket, atau pemberitahuan transaksi.
Pesan tersebut dapat disertai file APK yang meminta korban mengunduh dan memasangnya di ponsel.
Jika aplikasi berbahaya berhasil dipasang dan memperoleh izin tertentu, pelaku berpotensi mengakses informasi atau fungsi perangkat yang dapat disalahgunakan.
Baca Juga:Cara Mengurus Administrasi di Mal Pelayanan Publik Sumedang, Ini Panduan dan LayanannyaKasus Penyadapan Prabowo, Pengamat Sebut Bisa Jadi Momentum Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi
Karena itu, jangan sembarangan memasang aplikasi dari luar toko aplikasi resmi.
Cara menghindarinya:
- Jangan memasang file APK dari nomor tidak dikenal.
- Periksa format file sebelum membukanya.
- Jangan memberikan izin akses aplikasi yang tidak relevan.
- Unduh aplikasi hanya melalui sumber resmi.
- Jika menerima undangan digital, pastikan pengirimnya benar-benar dikenal.
6. Penipuan Mengatasnamakan Bank, Polisi, atau Pemerintah
Pelaku juga sering menyamar sebagai petugas lembaga resmi.
Mereka dapat mengaku sebagai pegawai bank, polisi, petugas pajak, atau instansi pemerintah. Korban kemudian diberi informasi bahwa rekeningnya bermasalah, memiliki tunggakan, atau terlibat dalam suatu perkara.
Untuk membuat korban panik, pelaku menggunakan ancaman pemblokiran rekening, denda, atau proses hukum.
Selanjutnya, korban diarahkan untuk mentransfer uang atau memberikan data rahasia.
Cara menghindarinya:
- Jangan panik ketika menerima telepon bernada ancaman.
- Putuskan komunikasi jika diminta memberikan PIN atau OTP.
- Hubungi instansi melalui nomor dan kanal resmi.
- Jangan mentransfer uang ke rekening pribadi atas instruksi penelepon.
- Simpan bukti percakapan atau nomor yang digunakan pelaku.
7. Penipuan Hadiah, Investasi, dan Keuntungan Instan
Modus ini menawarkan hadiah, keuntungan investasi, atau penghasilan tambahan dalam jumlah besar.
Pelaku dapat mengaku sebagai penyelenggara undian, perusahaan investasi, atau platform perdagangan digital.
Korban diberi tahu memenangkan hadiah, tetapi harus membayar pajak atau biaya administrasi terlebih dahulu.
Baca Juga:Sengketa Tanah Timbul Tenggelam Jatigede, DPRD Arahkan Warga Tempuh Jalur PengadilanArti Mimpi Melihat Hantu Menurut Islam, Benarkah Pertanda Buruk?
Dalam modus investasi palsu, pelaku menjanjikan keuntungan tetap dalam waktu singkat. Pada awalnya, korban mungkin diperlihatkan keuntungan atau diberi pembayaran kecil agar semakin percaya.
Setelah korban menyetor uang lebih besar, dana sulit dicairkan atau pelaku menghilang.
Cara menghindarinya:
- Jangan mudah percaya pada keuntungan besar yang dijanjikan tanpa risiko.
- Periksa legalitas perusahaan dan produk jasa keuangan melalui kanal resmi OJK.
- Jangan membayar biaya untuk hadiah yang tidak pernah diikuti.
- Hindari mentransfer uang ke rekening pribadi tanpa dasar transaksi yang jelas.
- Jangan mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan ajakan orang di media sosial.
