oleh

Sekda: Soal Logistik Itu Miskomunikasi

SUMEDANGEKSPRES.COM, CIMANGGUNG – Adanya berita dua unit mobil milik BPBD Kabupaten Sumedang yang membawa logistik bantuan bencana longsor, sempat viral di media sosial. Bagaimana tidak, dua mobil itu membawa ratusan dus sembako ke arah Sumedang. Padahal, situasi tanggap darurat bencana masih berlangsung.

Mengklarifikasi berita itu, Sekda Sumedang Herman Suryatman mengatakan ada miskomunikasi dalam berita itu. Sebab, demi keamanan logistik akan disimpan dulu di gudang BPBD Sumedang sampai tanggap darurat selesai.

Mengingat, gudang penyimpanan logistik di SMANCI dan Kantor Kecamatan Cimanggung sudah overload. Disamping itu, gudang logistik di Posko SBG hanya tenda polisi yang khawatir logistik rusak atau basah.

“Jadi sudah clear ya bahwa itu salah paham. Memang petugas BPBD kurang koordinasi dengan petugas jaga di Posko. Jadi memang benar logistik itu akan disimpan dulu sementara di gudang logistik BPBD Sumedang. Mengingat tanggap bencana sudah selesai 21 hari,” kata Herman.

Herman pun menyebut, dapur umum BPBD pun sudah ditarik dari posko SMANCI. Tinggal dapur dapur kecil yang melayani pengungsi dan petugas jaga.

Sebelumnya, aparat Kepolisian Sektor Cimanggung mengamankan dua unit mobil berisi logistik bantuan sosial untuk korban bencana longsor di Dusun Bojong Kondang Kecamatan Cimanggung, Kamis (28/1).

Kedua kendaraan milik Pemerintah Kabupaten Sumedang itu adalah satu unit dump truk milik Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sumedang diamankan di Pamulihan. Serta, satu unit pick up milik BPBD Sumedang yang diamankan saat melintas Mapolsek Cimanggung.

Kapolsek Cimanggung, Kompol Herdis Suhardiman membenarkan adanya dua unit mobil yang diamankan.

“Benar, mobil Sat Pol PP pengangkut sembako itu diamankan di wilayah Pamulihan, dan mobil BPBD diamankan saat melintas di Mapolsek Cimanggung,” ucap Kapolsek.

Menurutnya, Pamulihan berjarak sekitar 10 Kilometer ke arah kota Sumedang dari lokasi pengungsian SBG. Sementara jarak antara SBG dengan pusat penyimpanan logistik di SMAN Cimanggung tak akan memakan waktu tempuh 10 menit dengan mobil.

Kapolsek mengatakan, dua unit mobil yang mengangkut logistik tersebut melaju dari kamp pengungsian perumahan SBG.

Namun, ujar Kapolsek, saat ditanya oleh petugas, pengemudi kendaraan tidak memberikan kejelasan akan dibawa kemana barang tersebut. Pengemudi malah tidak menghiraukan petugas.

“Kedua mobil pengangkut logistik tersebut terpaksa dihentikan dan diamankan ke Mapolsek Cimanggung,” kata Kapolsek.

Setelah diselidiki, kedua mobil tersebut melaju ke arah wilayah Sumedang.

“Sewaktu dikonfirmasi, katanya logistik tersebut akan digudangkan di Kantor BPBD Kabupaten Sumedang,” katanya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *