oleh

Pelaksana Proyek Drainase Pastikan September Rampung

SUMEKS, Cimanggung – Proyek perbaikan saluran drainase di Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Mangunarga Kecamatan Cimanggung, kerap mengakibatkan kemacetan panjang.

Kanit lantas Polsek Cimanggung, Ipda ZU Mamonto mengambil tindakan tegas dengan melakukan pengawasan supaya tidak terjadi macet yang mengular.

“Unit Lantas Polsek Cimanggung, lakukan Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli) guna mengamankan dan memantau arus lalin,” ujar Mamonto, Selasa (14/9).

Mamonto menerangkan, lajur Jalan Raya Bandung-Garut yang saat ini tengah dilakukan pengerjaan perbaikan drainase memakan lajur A dan B. Sehingga, terpaksa perlu dilakukan penutupan.

“Karena ada proyek penggalian gorong-gorong, jadi yang digunakan hanya lajur C. Kita lakukan pengawasan juga supaya tidak ada yang lawan arus terutama di jam-jam sibuk atau bubaran karyawan,” tutur Mamonto.

Mamonto menegaskan, anggota Unit Lantas Polsek Cimanggung tetap siap sesuai kondisi guna menjaga sekaligus mengawasi lajur sebagai bentuk antisipasi kemacetan panjang.

“Tetap kondisional, jika tiba-tiba ada kemacetan maka anggota siaga dan langsung terjun ke lapangan. Sampai sekarang dari pantauan arus lalin terpantau cukup lancar, aman dan kondusif,” ujar Mamonto.

Sementara itu, di lokasi yang sama, Pelaksana Lapangan pengerjaan Proyek Drainase, Darsa menjelaskan proses pengerjaan membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal itu disebabkan karena separuh bagian jalan tidak dapat digunakan. Sehingga, banyak kendaraan harus mengurangi kecepatan serta antri jika melintasi area proyek.

“Untuk panjangnya saja drainase sekitar 100 meter dan ini masih dalam proses pengerjaan,” kata Darsa.

Dia berujar, awal pengerjaan proyek perbaikan drainase di Jalan Raya Bandung-Garut mulai dilakukan pada pertengahan Agustus 2021.

“Awal pengerjaan bulan Agustus, kalau selesainya kemungkinan di akhir bulan September tahun ini juga, kita targetkan bulan September sudah selesai,” ucap Darsa.

Darsa berpesan kepada para pengendara supaya lebih berhati-hati ketika melintasi area galian atau proyek perbaikan drainase.

“Kami mohon maaf kepada pengendara atau pengguna jalan jadi terganggu saat pengerjaan. Hati-hati juga jika melintasi area proyek,” tuturnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *