Bukan Soal Kebocoran, Seretnya Air PDAM Kendala Klasik, Sejak Dulu

Bukan Soal Kebocoran, Seretnya Air PDAM Kendala Klasik, Sejak Dulu
(Foto: Net/Illustrasi)
0 Komentar

Merasa Diabaikan, Warga Lelah Komplen
Telepon Layanan Pelanggan Sulit Dihubungi

SUMEKS, Paseh – Keluhan demi keluhan kembali dialami pelanggan air bersih Perumda Tirta Medal/PDAM. Selain wilayah kota dan timur Sumedang, kali ini dialami pelanggan di wilayah Utara Sumedang.

Tepatnya, dialami pelanggan PDAM di Kecamatan Paseh. Warga mengeluhkan pasokan air dari Perumda Tirta Medal, tidak optimal kepada pemukiman warga. Termasuk, ke gudang pupuk yang ada di Kecamatan Paseh.

Kepala gudang pupuk Paseh Abas menyebutkan, masalah yang terjadi dengan Perumda Tirta Medal merupakan masalah klasik, masalah lama yang tak kunjung diperbaiki oleh Perumda Tirta Medal.

Baca Juga:PDPM, Kokam dan Kodim Sepakat Jaga Kedaulatan NKRIAntisipasi Kenaikan Kasus Covid, Menko Airlangga Evaluasi Mekanisme Kepulangan Atlet PON XX Papua

“Keluhan sudah lama. Capek kita komplain terus ke PDAM. Nomor (telepon) PDAM apabila dihubungi pada gak diangkat-angkat hingga sering membuat kita kesal,” ujar Abas kepada Sumeks saat dihubungi melalui selulernya, baru-baru ini.

Dia pun menegaskan, dirinya sudah berulang kali datang ke Perumda Tirta Medal untuk melakukan komplain.

“Saya dan warga sekitar sudah sering ke kantor PDAM pada saat ada gangguan air tidak keluar karena pada saat dihubungi nomor orang PDAM tidak bisa dihubungi. Kalau kami sudah datang ke kantor PDAM baru mendapatkan pelayanan. Namun, jika tidak datang tidak digubris,” tambahnya.

Ditegaskan, seharusnya hal ini tidak perlu terjadi secara berulang kali. Perumda Tirta Medal harus melakukan evaluasi dengan kinerja dan pelayanannya setiap bulan atau tahun. Karena, pihaknya di pelayanan publik jika ada masalah atau keluhan harus segera ditangani.

“Tapi ini terus terjadi berulang kali dan hampir setiap tahun. Sementara di daerah lainnya tidak terjadi seperti ini,” tegasnya.

Dia mengatakan, pasokan air tidak lancar tidak hanya terjadi di musim kemarau saja, di musim penghujan pun yang mana pasokan air seharusnya lancar masih saja dilakukan secara bergilir.

“Kami tidak tahu penyebabnya apa. Seharusnya, Perumda Tirta Medal melakukan pelayanan secara profesional kepada pelanggannya,” tukasnya.

Baca Juga:Partisipasi Pilkades Di Desa Cieunteung Akan TinggiGegerkan Warga, King Kobra Jumbo Masuk Rumah

Dia menuturkan, pihaknya tidak terlalu dirugikan karena air dibayar perusahaan. Tapi, bagi warga yang merupakan pelanggan PDAM Tirta Medal sangat merugikan.

0 Komentar