ROAD TO 3RD WEST JAVA INVESTMENT SUMMIT 2021

ROAD TO 3RD WEST JAVA INVESTMENT SUMMIT 2021
0 Komentar

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada perhelatan promosi investasi tahun ini akan diangkat sejumlah proyek investasi yang siap ditawarkan (ready to offer), termasuk proyek investasi di Jabar bagian selatan sebagai destinasi baru investasi.

Tidak hanya itu, pada WJIS 2021 juga akan mengekselerasi Perpres 87/2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jabar bagian selatan, yang memperkuat keyakinan para calon investor mengenai besarnya potensi dan manfaat berinvestasi.

WJIS 2021 masih akan menawarkan proyek potensial di kawasan Rebana dan beberapa potensi investasi di sektor pariwisata, kawasan industri, dan UMKM yang merupakan kerja sama dengan Dinas Pariwisata, Himpuan Kawasan Industri (HKI) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Baca Juga:West Java Investment Summit 2021 Dorong UMKM Terus BerkembangROAD TO 3RD WEST JAVA INVESTMENT SUMMIT 2021

Sementara itu dalam konferensi pers terkait pelaksanaan WJIS 2021, Deputy Pimpinan BI Jabar Bambang Pramono menyebutkan Jabar memberikan sumbangsih investasi nasional sebesar 24,88 persen.

“Pada semester pertama 2021, investasi sudah mencapai Rp72 triliun. Jabar seksi dalam investasi karena memiliki infrastruktur pendukung yang sangat baik demikiann pula demgan SDM yang lebih unggul dari Provinsi lain. Ditambah lagi dengan adanya dukungan Perpres terkait pengembangan kawasan Rebana,” tuturnya.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat Noneng Komara mengatakan target total investasi Jabar tahun ini adalah sebesar Rp127 triliun. Untuk merealisasikannya salah satunya melalui kegiatan WJIS.

Menurut Noneng, sebanyak 30 proyek akan ditawarkan dalam WJIS dengan nilai proyek mencapai Rp41 triliun. Sudah ada penandatanganan MoU antara BUMD dan pemda dengan investor senilai Rp6,5 triliun.

“Kita juga diamanatkan mengawal 11 proyek strategis dengan nilai Rp150 triliun, dalah satunya dari Hyundai. Dengan Perpres Rebana dan Jabar selatan, perlu investasi Rp392 triliun. Jadi sebenarnya kita mengawal investasi hampir Rp 717 triliun dalam beberapa tahun kedepan,” katanya. (guh/rdi)

0 Komentar