Wujudkan Sumedang Bebas LGBT, Wabup Fajar: Perkuat Pengawasan Anak di Era Digital

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila saat menghadiri kegiatan Symphony of Dream dalam rangka Pelepasa
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila saat menghadiri kegiatan Symphony of Dream dalam rangka Pelepasan dan Persembahan Karya Siswa SD, SMP, dan SMA IT Insan Sejahtera Tahun 2026 di Graha Asia Plaza Sumedang, Sabtu (13/6/2026).
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pengawasan terhadap anak-anak serta menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif di era digital, termasuk perilaku seksual menyimpang.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Symphony of Dream dalam rangka Pelepasan dan Persembahan Karya Siswa SD, SMP, dan SMA IT Insan Sejahtera Tahun 2026 di Graha Asia Plaza Sumedang, Sabtu (13/6/2026).

Di hadapan para orang tua, guru, dan siswa, Wabup Fajar menegaskan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat besar bagi pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan yang harus dihadapi bersama.

Baca Juga:West Java Extreme Walk 60K Sumedang-Garut, Bupati Dony: Pengalaman dan Perjalanan BaruDesa Cijeler Jadi Percontohan Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran

“Teknologi digital ibarat dua sisi mata pisau. Ada sisi positif yang dapat mendukung pembelajaran dan pengembangan diri, tetapi ada pula sisi negatif yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku anak apabila tidak diawasi dengan baik,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta para orang tua dan tenaga pendidik untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam menggunakan media sosial maupun mengakses berbagai konten digital.

Wabup Fajar juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Sumedang yang bebas dari perilaku LGBT dan berbagai bentuk penyimpangan seksual yang dapat mengancam masa depan generasi muda.

“Saya mengajak para orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen untuk memperkuat pengawasan terhadap anak-anak kita. Jangan sampai mereka terpapar konten-konten negatif yang dapat memengaruhi perilaku dan perkembangan mereka. Kita ingin generasi Sumedang tumbuh dengan akhlak yang baik, berkarakter, dan memiliki masa depan yang cerah,” katanya.

Menurutnya, fenomena penyimpangan perilaku pada anak usia dini menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih serius memperkuat pendidikan karakter, pendidikan agama, dan pengawasan terhadap aktivitas anak di ruang digital.

“Anak-anak adalah amanah yang harus dijaga bersama. Mereka belum mampu membedakan sepenuhnya mana yang baik dan mana yang buruk. Karena itu, bimbingan dari orang tua, guru, lingkungan, dan pemerintah sangat diperlukan agar mereka tumbuh sesuai dengan nilai-nilai agama dan norma yang berlaku di masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap para lulusan SD, SMP, dan SMA IT Insan Sejahtera mampu menjadi generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

0 Komentar