Penamaan Gerbang Tol Cisumdawu Jadi Polemik, Warga Sangat Kecewa

Penamaan Gerbang Tol Cisumdawu Jadi Polemik, Warga Sangat Kecewa
Sebuah mobil melintas di gerbang tol Pamulihan, kemarin. (ENGKOS KOSWARA/SUMEKS)
0 Komentar

sumedang.jabarekspres.com – Kekecewaan perihal penamaan gerbang Tol Cisumdawu disampaikan Kades Cimarias sekaligus Ketua Apdesi Kecamatan Pamulihan, Mamat Rohmat bersama warganya.

Dia berujar, warga Desa Ciptasari merasakan perasaan kecewa karena penamaan gerbang di wilayah Pamulihan diberi nama Rancakalong.

“Merasa sangat kecewa, khususnya warga Desa Ciptasari dan desa-desa yang dekat (gerbang tol), umumnya warga masyarakat Kecamatan Pamulihan,” katanya kepada Sumeks, Rabu (26/1).

Baca Juga:Produk UMKM Sumedang Terus DigenjotDirjen Bina Pemdes Kemendagri Pantau Desa di Sumedang

Mamat menuturkan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Camat Pamulihan, Herry Harjadinata terkait banyaknya keluhan atas kecewanya warga karena penamaan gerbang tol bernama Rancakalong.

“Sudah disampaikan juga ke pak camat, warga sangat kecewa dan keberatan dengan nama (gerbang tol) yang tertera Rancakalong,” ucapnya.

Mamat menegaskan, dia bersama seluruh warga Kecamatan Pamulihan belum mau melintasi akses Tol Cisumdawu meskipun saat ini tengah diberikan bebas biaya alias gratis.

Kata Mamat, belum bersedianya warga Pamulihan menggunakan Tol Cisumdawu itu, sebagai bentuk kekecewaan karena gerbang tol dinamakan Rancakalong bukan Pamulihan.

“Harapannya itu secepatnya diganti jadi Pamulihan, bukan Rancakalong. Kalau sudah diganti, jangankan gratis, masuk Tol (Cisumdawu) bayar juga gak masalah,” tuturnya.

Pasalnya, penamaan gerbang tol di wilayah Kecamatan Pamulihan, dipertanyakan warga karena diberi nama Rancakalong alias nama kecamatan tetangga.

Karena hal itu, warga Kecamatan Pamulihan merasa kecewa sebab penamaan gerbang tol tidak diberi nama daerah.

Baca Juga:Dinkes Minta Masyarakat Waspada Penyebaran OmicronMotivasi Warga, Muspika Cisitu Gelar Lomba Siskamling

“Karena nama yang tertera di gerbang tol itu Rancakalong, jadi keberatan dengan nama itu,” kata Mamat.

Menurutnya, walaupun Rancakalong termasuk wilayah Sumedang, namun untuk penamaan seharusnya mengikuti nama wilayah titik gerbang tol berada.

Diakuinya, ketika awal penamaan gerbang dipasang dengan nama Rancakalong, warga Pamulihan langsung bereaksi dan memberikan respons tidak terima.

“Warga langsung berteriak, khususnya pada Kepala Desa Ciptasari dan Citali. Saya sebagai ketua Apdesi juga sudah berkomunikasi dengan Kades Ciptasari,” tuturnya.

Sementara itu, Kasatker Tol Cisumdawu Vidi Verdian mendengar kekecewaan warga. Dia pun mengaku akan merevisi nama tersebut.

“Insya Allah minggu ini sudah direvisi,” tukasnya. (kos)

0 Komentar