Soal KIB, DPD PAN Sumedang Siap Bersinergi

Soal KIB, DPD PAN Sumedang Siap Bersinergi
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Sumedang, Bagus Noorrochmat saat ditemui dalam sebuah acara, kemarin (ASEP NURDIN/SUMEKS)
0 Komentar

sumedang, KOTA – Tak ada yang sulit mensinergikan tiga partai di tataran bawah. Seperti disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Sumedang, Bagus Noorrochmat.

Dia pun menyatakan siap bersinergi di tataran kabupaten. Hal itu guna menindaklanjuti kolaborasi Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah ditandatangani masing-masing ketua umum.

“Kita akan menyamakan persepsi terlebih dahulu, minimal komunikasi secara politik,” katanya kepada Sumeks dalam sebuah acara, Selasa (7/6).

Baca Juga:Program Gerakan Makan di Kantor Bantu Pelaku UMKMKapolsek Cisitu Minta Warga Lindungi Diri Dari Tindak Kriminal

Menurut Bagus, apapun instruksi dari pusat, pihaknya akan patuh terhadap keputusan tersebut.

“Sami’na wa ‘ato’ na, kita patsun, karena Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ini urusan Pilpres,” ujarnya.

Namun, ujar Bagus, jika seandainya koalisi tersebut berlanjut hingga ke pemilihan gubernur dan pemilihan bupati, dipastikan pihaknya juga bakal mengikuti apa yang diinstruksikan pusat.

“Wait and see. Kita lihat saja nanti, karena Pilkada kabupaten dan provinsi merupakan hasil dari Pileg. Jadi kita kesampingkan dulu urusan Pilkada,” tuturnya.

Yang jelas, KIB saat ini terkonsentrasi untuk membesarkan partai serta merebut kursi sebanyak mungkin.

“Nanti kita baru bisa berbicara masalah Pilkada, karena Pilkada kan delapan bulan setelah Pileg,” katanya menjelaskan.

Menurutnya, dengan hitungan jumlah kursi di DPR RI yang dibangun KIB, sudah jelas bisa mengusung Calon Presiden di tahun 2024 nanti.

Baca Juga:Dari 1,3 Juta Bidang Tanah di Kabupaten Garut, Baru 34 Persen yang TerdaftarHarga Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu

Saat disinggung soal tantangan yang akan dihadapi dalam membangun sinergitas antara ketiga partai di Sumedang, Bagus mengaku tak ada kendala yang berarti, hanya saja butuh waktu dalam menyamakan persepsi.

“Kita kan menyatukan visi tiga partai, kita kan belum mengenal struktur kepengurusan mulai dari tingkat kecamatan dan desa. Kalau kabupaten sih sudah oke, karena kita sering ketemu dan berkomunikasi,” terangnya.

Terlebih antara PAN dengan PPP sudah terjalin koalisi pada Pilkada 2018 lalu. Artinya, jalinan ke bawah sudah terkondisi.

“Tinggal dengan Golkar dan itu tidak akan sulit, apalagi pada lounching KIB, yang mendapatkan surat perintah itu , Golkar. Jadi Golkar sebagi lidernya,” kata Bagus. (red)

0 Komentar