Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan
ilustrasi/istimewa/focusforwardcc.com
0 Komentar

sumedangekspres – Telah menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk  mendisiplinkan anak, sampai orang tua merasa jengkel hingga membuat mereka bertindak memarahi, membentak, bahkan memukul anak.

Tetapi jika hal ini dibiarkan, apakah penyelesaian ini dapat membuat anak menjadi lebih disiplin? Atau justru sebaliknya?

Dr. Putu Ayuwidia Ekaputri menjelaskan bahwa anak sudah mempunyai otak yang mampu bekerja walaupun fungsi dan kerjanya belum begitu kompleks serta optimal. Karena itu mendisiplinkn anak dapat dilakukan sejak mereka lahir.

Baca Juga:Jelang Pemberangkatan Haji, Pemdakab Ciamis Akselari Pembenahan Moda Transportasi4 Tips dan Trik Membuat Tipografi Kekinian untuk Instagram Story

Dokter yang menggeluti ilmu cognitive neuroscience itu juga mengutarakan bahwa orangtua bisa mendisplinkan anak sesuai dengan tingkatan usia.

Tak cuma itu saja, harapan orangtua kepada anak juga harus dikontrol dengan baik ketika mau mengajarkan soal kedisiplinan.

Dr. Widia menjelaskan, bagian otak yang berfungsi ketika anak baru lahir, secara dominan adalah bagian lower brain atau primitive brain.

bagian otak yang berfungsi secara dominan adalah bagian lower brain atau primitive brain. Bagian otak ini memiliki tugas dalam pengaturan emosi anak dan berkembang sangat pesat sebelum anak menginjak usia 3 tahun.

Setelah usianya mencapai 3 tahun, perlahan otak bagian logika akan mulai terbentuk dan bekerja, sehingga mencapai tingkat kematangan di usia 25-30 tahun.

Dengan memahami perkembangan otak anak ini, diharapkan orangtua akan lebih mudah mencari metode paling efektif saat mengajarkan disiplin pada anak, sejak awal kehidupannya.

Trik Mendisiplinkan Balita
Berbicara dalam acara “Mendisiplinkan Anak Ada Triknya!” bersama Teman Parenting, dr. Widia mengatakan kekerasan bukanlah cara yang tepat dalam mengajarkan kedisiplinan pada anak.
Sebaliknya, agar anak memahami ketika diajarkan untuk disiplin, orangtua perlu melakukan pendekatan emosional.

Baca Juga:Sekda Ciamis Hadiri Acara High Level Meeting Bersama Bank Indonesia5 Cara Menjaga Kesehatan Agar Terhindar dari Penyakit

Di usia balita dan anak-anak, otak emosional masih dominan, maka cara terbaik untuk orangtua adalah mengambil kesempatan tersebut untuk menarik hatinya. Di usia bawah 3 tahun, berikan anak perhatian yang penuh cinta.

Misalnya, ketika anak menangis, gendong dan tenangkan. Ketika anak emosional dan mengamuk, tenangkan dan beri pelukan.

“Cobalah pererat bonding dengan anak, buat anak merasa cinta mati dengan orangtuanya. Ketika anak merasa dicintai, mereka akan menyadari dan percaya bahwa setiap aturan serta omongan yang terucap dari orangtuanya, merupakan yang terbaik untuknya. Jika anak sudah merasa nyaman dengan aturan yang diterapkan, lakukan secara konsisten,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

0 Komentar