Sarana Penunjang Pertanian Masih Minim

Sarana Penunjang Pertanian Masih Minim
Kepala Desa Ranjeng Tri Aprizal saat ditemui Sumeks di kantornya, kemarin (HERI PURNAMA/SUMEKS)
0 Komentar

sumedang, CISITU – Sarana penunjang pertanian di Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu masih minim.

Pemerintah Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu mengakui minimnya sarana penunjang pertanian. Selain adanya saluran irigasi di beberapa titik yang masih perlu perbaikan, beberapa sarana penunjang lainnya perlu dilengkapi.

Kepala Desa Ranjeng Tri Aprizal menyebutkan, hasil survey di lapangan dan menampung aspirasi petani, saat ini petani di Desa Ranjeng sangat memerlukan traktor. Pasalnya, traktor yang ada di kelompok tani sudah cenderung tua, kondisi traktor juga sudah kurang layak untuk membajak sawah.

Baca Juga:Kecamatan Sumedang Utara Gelar MonevKenaikan BBM Jangan Terburu-buru

“Sarana penunjang pertanian sangat kami butuhkan, karena masyarakat di desa ini (Ranjeng) sebagian besar berpropesi sebagai petani,” kata Tri kepada Sumeks, Senin (12/9).

Dikatakan, pada dasarnya, dari luas wilayah pesawahan sekitar 153,92 ha, traktor yang saat ini ada sangat kurang memadai. Sedangkan, untuk pengolahan sawah sendiri saat ini petani sudah bergantung kepada traktor.

“Traktor itu sudah jadi kebutuhan pokok dibidang pertanian, sebab sudah sangat minim petani yang mencangkulnya sawahnya sendiri, mereka menilai epektifitas waktunya,” katanyam

Kades termuda di Kecamatan Cisitu itu menegaskan, sedikitnya dari luasan pesawahan yang ada butuh sekitar 3 sampai 4 unit traktor yang kondisinya masih bagus.

“Kalau melihat luasan pesawahan kita butuh 4 unit traktor yang masih bagus. Kadang traktor yang tua bisa terkendala oleh mogok,” katanya. (eri)

0 Komentar